MediaSuaraMabes, Nunukan – Ratusan Kepala Keluarga (KK) dibantaran Sungai Sedalir Kecamatan Lumbis Hulu dan Lumbis Pansiangan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara dikejutkan dengan banjir yang tiba-tiba datang tengah malam saat warga tertidur, Minggu, (20/02/2022/ sekitar pukul 00.30 Wita.
Akibat banjir yang datang tengah malam itu membuat ratusan warga panik dan berlarian menyelamatkan diri mengungsi ketempat yang lebih tinggi.
Camat Lumbis Hulu, Justinus menyampaikan bahwa banjir yang melanda Warga Kecamatan Lumbis Hulu terjadi pada Minggu, (20/02) sekitar pukul 00.30 Wita dini hari.
Dikatakan Justinus, “banjir yang tiba-tiba datang membuat warga yang tengah terlelap tidur terbangun karena air sudah masuk kerumah masing-masing dan berlarian menyelamatkan diri bersama keluarganya mencari tempat yang lebih tinggi,” ungkapnya melalui komunikasi WA kepada Media ini, Minggu (20/02) malam.
Lanjut Justinus, sebagian besar warga yang panik dan berlarian menuju tempat yamg lebih tinggi itu ada yang sempat terpisah dengan keluarganya namun mereka akhirnya bertemu di tempat pengungsian di Gereja dan Pos Satgas Pamtas yang letaknya berada diatas gunung.
“Untuk wilayah Kecamatan Lumbis Hulu ada 10 Desa yang terdampak, terdiri dari 110 rumah yang dihuni oleh 113 KK dengan jumlah keluarga 292 0rang,” kata Justinus.
Dan ada juga fasilitas umum, Mess Guru SDN 001 yg dihuni 4 KK, Mess Guru SMPN 2 dihuni 6 KK, puskesmas pembantu yang di huni 1 KK dimana obat-obatan dan persediaan bahan makanan juga ikut terendam termasuk 1 buah gereja.
Sementara Camat Lumbis Pansiangan, Lumbis,S.Sos mengatakan bahwa banjir melanda 6 Desa di Wilayahnya terjadi pada Minggu (20/02) sekitar pukul 01.00 dini hari saat warga tengah tidur.
“Banjir Bandang di Sungai Sedalir ini mengakibatkan 12 rumah, 1 rumah burung walet, moulding milik Bumdes, jembatan ulinisasi dan WC Umum di Desa Langgason, sementara 2 rumah dan 1 Pos Yandu di Desa Tantalujuk hancur dan hanyut yang diterjang banjir,” katanya saat dikonfirmasi media ini.
Warga berlarian menyelamatkan diri bersama keluarganya dan tidak ada yang sempat menyelamatkan harta bendanya.
Menurut Lumbis, upaya yang kami lakukan saat ini, untuk warga yang rumahnya hancur dan hanyut kita telah evakuasi ke desa terdekat di kelompok Desa Panas untuk sementara waktu.
“Sepanjang sejarah Sungai Sedalir belum pernah terjadi banjir seperti ini, lebih tinggi 4 meteran sehingga banjir diperkirakan meluap dari batas normal setinggi 18-20 meter,” tutur Lumbis.
Saat ditanya media ini, Camat Lumbis Hulu menyampaikan bahwa kebutuhan mendesak saat ini untuk warga yang terdampak adalah kebutuhan makan untuk beberapa hari kedepan karena bahan makanan mereka terendam banjir.
Hal senada disampaikan Camat Lumbis Pansiangan, Lumbis,S.Sos, Warga yang rumahnya hanyut sangat butuh bantuan makan sehari-hari termasuk perlu adanya rumah sentra sebelum mereka ada rumah tinggal sendiri kedepannya.
Dihubungi terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, Bidang Informasi Dasar Bencana , Ikhsanuddin mengatakan.” Data dari Camat Lumbis Hulu dan Camat Lumbis Pansiangan telah diterima pihaknya,” katanya pada Media Suara Mabes, Minggu (20/02) malam.
“Kita sudah koodinasikan dengan BPBD Provinsi, dan diteruskan dan juga telah terkoneksi dengan pihak BNPB,” ujarnya.
Ditambahkan Ikhsanuddin, untuk wilayah Kecamatan Lumbis Hulu dan Lumbis Pansiangan saat ini kondisi air sudah surut, dan saat ini kita terus memantau kondisi air di wilayah Kecamatan Lumbis, Sembakung Atulai dan Sembakung .
Menurut Ikhsanuddin “kondisi air di wilayah Mansalong Kecamatan Lumbis pada pukul 15.40 Wita pada ketingggian 9,15 meter dan sudah mulai naik disekitar daratan pinggiran Sungai Sembakung, dan mungkin tengah malam ini atau besok pagi kiriman banjir akan masuk di wilayah sembakung.” tambahnya.
Ikhsanudddin juga menyampaikan, untuk penyaluran bantuan kebutuhan yang mendesak warga terdampak tengah dipersiapkan, namun kepastian jumlahnya dan kapan pendistribusiannya akan dirapatkan besok, Senin (21/02) bersama OPD terkait seraya meminta konfirmasi detail dan kejelasannya kepada Pimpinannya yakni Plt. Kepala BPBD Kabupaten Nunukan.
‘Kita berharap di wilayah Mansalong Kecamatan Lumbis, Sembakung Atulai dan Kecamatan Sembakung banjir kiriman ini tidak besar,” pungkas Ikhsanuddin.
Syafaruddin.









Comment