Sosialisasi GERMAS: Ade Rezki Pratama Tekankan Pentingnya Jaminan Kesehatan dan Pola Hidup Sehat di Bukittinggi

MediaSuaraMabes, Bukittinggi – Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, S.E., M.M., kembali berkeliling menyosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) sekaligus mengedukasi masyarakat terkait advokasi pembiayaan kesehatan, dalam acara yang digelar di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Rabu (14/5). Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat tentang hak layanan kesehatan serta mendorong penerapan pola hidup sehat demi kesejahteraan bersama.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan terkait, antara lain Intan Novia Fatma Nanda, S.E.A.K, M.AP., MPP selaku Ketua Tim Kerja Analis Belanja Kesehatan Kementerian Kesehatan RI beserta tim, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Rira Wahdani Martaliza, S.K.M., M.KM (Ahli Kesehatan Bidang Pelayanan), serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Riyani, S.KM.,M.Kes. Turut hadir pula Ahli Madya Dinas Kesehatan Bukittinggi Roswida Rosa, S.KM.,M.M yang bertindak sebagai moderator, Camat Aur Birugo Tigo Baleh Hendra Eka Putra, Kapolsek Kota Bukittinggi yang diwakili Pejabat Sementara Amendera Albar, serta Danramil 13 Abtb Kota Bukittinggi. Sementara itu, Ade Rezki Pratama mengikuti kegiatan secara virtual.

Dalam pemaparannya, Ade Rezki Pratama menegaskan bahwa kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara, dan pemerintah berkomitmen memastikan seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok kurang mampu, tetap mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak dan terjangkau, sejalan dengan arahan poin ke-5 Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

“Di Bukittinggi, tingkat kepesertaan BPJS Kesehatan sudah mencapai 98 persen, angka yang sangat membanggakan. Namun, tantangan selanjutnya adalah keaktifan peserta dalam memanfaatkan layanan kesehatan yang baru menyentuh angka 84 persen. Ini harus kita dorong terus, agar masyarakat sadar dan berani memeriksakan kesehatan secara rutin, bukan hanya saat sakit saja,” ujar Ade Rezki dalam sambutannya.

Ia juga menekankan pentingnya deteksi dini penyakit melalui skrining kesehatan rutin. Menurutnya, penanganan penyakit akan jauh lebih efektif, lebih murah, dan tidak memberatkan anggaran keluarga maupun negara jika penyakit terdeteksi sejak tahap awal. Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk benar-benar menerapkan GERMAS: menjaga kebersihan lingkungan, pola makan bergizi, berolahraga teratur, dan berhenti merokok, guna mencegah penyakit menular maupun tidak menular seperti diabetes, hipertensi, hingga kanker.

Program unggulan pemerintah seperti Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi sorotan utama. Ade Rezki meminta masyarakat aktif memanfaatkan kedua program tersebut sebagai langkah pencegahan penyakit sekaligus pemenuhan gizi masyarakat, mulai dari anak-anak hingga lansia.

“Fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas hingga rumah sakit juga wajib memberikan pelayanan prima dan melakukan rujukan sesuai aturan yang berlaku. Standar pelayanan harus dijaga agar kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan kita tetap terjaga,” tambahnya.

Para peserta kegiatan menyambut baik materi yang disampaikan, dan berkomitmen untuk menyebarluaskan informasi ini ke masyarakat luas, serta berperan aktif sebagai penggerak GERMAS di lingkungan masing-masing. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata mewujudkan masyarakat Bukittinggi yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.

Sejumlah peserta mempertanyakan dan memberikan pendapat diantaranya;

Endang Sri W, mempertanyakan biaya tambahan yang harus keluarkan ketika pemeriksaan ulang atau pengecekan kembali kesehatan, Beti dari Sapiran pertanyakan kepesertaan BPJS Kesehatan seseorang sudah tidak aktif termasuk bantuan subsidi kesehatannya juga otomatis terhenti?

Hal Unik dan menarik sehingga mencuri perhatian seisi ruangan seorang lansia, Darnis Kamaruddin (88 tahun) mempertanyakan pembatasan jenis obat sehingga tidak lagi bebas mendapatkan obat yang dibutuhkan termasuk program Makan Bergizi Gratis atau MBG, diarahkan ke warga lansia, yang disambut tepuk tangan riuh.

Sejumlah nara sumber merespon,; Tidak ada biaya tambahan sepeser pun untuk pemeriksaan ulang, pengobatan, maupun kontrol, semuanya sudah ditanggung penuh sesuai hak peserta. Terkait status BPJS yang tidak aktif, hal ini terjadi karena validasi data agar bantuan tepat sasaran. Jika Anda masih tergolong tidak mampu namun status terhenti, silakan lapor ke Dinas Sosial atau Dinas Kesehatan agar hak Anda dikembalikan. Bagi penderita penyakit berat atau katastropi, pengobatan tetap berjalan dan tidak akan diputus, karena negara menjamin prioritas layanan meski sedang ada pengecekan data.

Mengenai ketersediaan obat, memang ada daftar standar obat esensial, namun ini bukan pembatasan yang merugikan. Semua obat yang dibutuhkan, aman, dan sesuai standar medis sudah masuk jaminan. Jika ada kebutuhan khusus di luar daftar, dokter bisa mengajukan permohonan dan tetap ditanggung sepenuhnya. Kebutuhan obat untuk penyakit kronis pun semuanya sudah dijamin tersedia.

Program Makan Bergizi Gratis utamanya ditujukan untuk anak, remaja, dan ibu hamil guna cegah stunting, namun lansia juga mendapat perhatian khusus. Lansia yang tidak mampu, sakit kronis, atau terdaftar bantuan sosial tetap mendapatkan alokasi dan layanan dari program ini. Semua kebijakan ini dibuat demi keadilan, dan jika ada kendala, Komisi IX DPR siap membantu memperjuangkan hak masyarakat.

(FK/YamanLbs)

Comment