MediaSuaraMabes, Banda Aceh – Kaperwil Media Suara Mabes wilayah Aceh, Hanafiah, meminta Pemerintah Kota Banda Aceh bersama aparat terkait segera melakukan penertiban terhadap sekelompok remaja yang kerap berkumpul di kawasan kolong Jembatan Penayong, Kota Banda Aceh.
Menurut Hanafiah, keberadaan kelompok tersebut dinilai mulai menimbulkan keresahan di kalangan pedagang kaki lima dan masyarakat sekitar.
“Para pedagang mengaku merasa kurang nyaman karena aktivitas mereka dinilai mengganggu ketertiban di kawasan tersebut,” ujar Hanafiah kepada Media Suara Mabes, Jumat (15/5/2026).
Ia juga menyebutkan adanya laporan masyarakat terkait dugaan kehilangan tabung gas elpiji serta gangguan keamanan di sekitar kawasan kantor sosial yang berada di samping Gedung Keuangan Kota Banda Aceh. Namun demikian, Hanafiah meminta agar seluruh dugaan tersebut tetap diproses sesuai aturan hukum dan berdasarkan hasil penyelidikan aparat berwenang.
Karena itu, Hanafiah berharap Pemerintah Kota Banda Aceh di bawah kepemimpinan Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal bersama jajaran kepolisian dapat segera mengambil langkah penanganan yang humanis dan terukur.
“Kami berharap ada langkah pembinaan, pengawasan, dan penertiban agar situasi tetap aman serta tidak menimbulkan dampak sosial yang lebih luas,” katanya.
Ia juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban umum dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, serta menyerahkan penanganan persoalan tersebut kepada pihak berwenang.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Banda Aceh maupun pihak kepolisian terkait laporan dan keluhan masyarakat tersebut.
- TTI Mendesak Pemerintahan Aceh segera bubarkan Koordinator Pokir DPRA - May 15, 2026
- Kaperwil Media Suara Mabes Aceh Minta Penertiban Kelompok Remaja di Kolong Jembatan Penayong - May 15, 2026
- Kaperwil Media Suara Mabes Aceh Soroti Anggaran Rp17,8 Miliar Pengadaan Mobil BRA di Tengah Efisiensi - May 15, 2026









Comment