“Seni Bukan Segalanya, Tanpa Seni Segalanya Tak Berarti”

MediaSuaraMabes, Nabire — Dalam Rangka Meningkatkan Kencitaan terhadap Seni tari serta kreativitas Para seniman muda yang Ada di kabupaten Nabire, serta meningkatkan kencintaan kaulah muda terhadap budaya papua,” yang mulai tergerus oleh zaman dan perkembangan arus globalisasi moderen dan budaya asing atau budaya luar, yang mempengaruhi anak- anak muda di indonesia, Papua, tapi lebih khusus di nabire.

“Kamasan Grup Nabire mencoba mengemasnya dalam sebuah bentuk lomba tari kreasi baru atau tari pergaulan muda – mudi, yang biasa dikenal dengan tari Yosim Pancar (YOSPAN).

Dalam Sambutannya pada bapak Final, Ketua Sanggar Seni Kamasan Grup,
Sostenes Rumbewas mengatakan” kegiatan ini, coba kami angkat dan kami kemas agar bisa menggairahkan dan membangkitkan seni yang ada dikota nabire, serta mempererat tali persaudaraan antara para seniman dikota ini, tapi juga seni jangan sampe hilang begitu saja oleh perkembngan zaman yang ada saat ini,”ujar Sostenes.

“Sostenes Rumbewas juga menambahkan” dalam perlombaan ini pasti ada yang menang dan ada pula yang kalah, bagi yang menang, truslah berkarya dan tetap dipertahankan apa yang sudah diraih, namun bagi yang belum sempat meraih kemenangan atau juara, janganlah berkecil hati namun belajarlah dan teruslah mengasah kemampuan anda dalam seni ini agar bisa meraih kemenangan, karena sesungguhnya kekalahan itu hanyalah kemenangan yang tertunda,” tutur Sostenes.

sementara itu ditempat yang sama pula ketua dewan kesenian Tanah Papua
(DKTP) Kabupaten Nabire, Basri Warfete”Mengapesiasi Kegitan yang diselenggarakan oleh Sanggar seni Kamasan Grup dan bertrimaksih karena masih ada orang – orang yang peduli dan mau melihat seni, Serta mau bergandengan tangan bersama dewan kesenian untuk tetap mempetahankan dan melestarikan budaya papua yang hampir hilang serta tergerus oleh perkembangan zaman.

“kegiatan selama dua hari tersebut, mulai dari tanggal, 27 – 28/Desember/2021, berlangsung di Gedung Olaraga (GOR) kota lama nabire, di ikuti kurang lebih, sekitar dua puluh grup dan sanggar seni yang ada di kabupaten Nabire.

“Dengan Kategori lomba yang di ikuti oleh
tingkat Umum dan tingakat Pelajar, untuk kategori umum sebanyak tiga belas grup, dan untuk kategori pelajar sebayak tujuh
sekolah mulai dari SMP, dan SMA.

sementara itu ketika di temui oleh awak media ini, Sami Wataha selaku ketua Panitia dalam keterangannya mejelaskan bahwa,” lombah ini juga memperebutkan Hadiah untuk masing – masing kategori, berupa tropi serta uang pembinaan, dan piagam penghargaan, untuk juara satu uang pembinaan lima juta rupiah plus tropi
dan piagam penghargaan, juara dua uang pembinaan empat juta rupiah plus tropi, piagam penghargaan, juara tiga uang pembinaan tiga juta rupiah plus tropi dan piagam penghargaan, sementara itu untuk juara harapan mendapatkan masing tropi, uang pembinaan untuk juara harapan satu sebesar 2 juta rupiah, juara harapan dua satu juta lima ratus ribu rupiah, sedangkan untuk juara favorit masing satu juta rupiah plus tropi dan uang pembinaan sebesar satu juta rupiah”, tutur Sami Wataha.

“dalam lombah tersebut keluar sebagai juara satu sanggar tari, Aritau, juara dua sanggar tari Tabura Emas, juara tiga sanggar tari Mitra Tani, sedangkan juara harapan masing – masing harapan satu grup tari kamasan, harapan dua grup tari Rekansa, dan harapan tiga sanggar tari Recabo, untuk kategori umum.

“sementara untuk kategori Pelajar, juara satu direbut oleh Grup tari Moora, juara dua grup tari SMP Negeri 1 Nabire Barat, juara tiga grup tari Room Bulle Jalsu dan juara harapan, masing – masing diberikan kepada’, harapan satu SMK negeri 3 Nabire, harapan dua Bimi Owi dan juara favorit jatuh pada grup tari Samabusa Air Mandidi,” Ungkap Sami Wataha.

Comment