Jalan Lingkar Banyuasin Yang Baik Cuma Namanya

SuaraMabes, Banyuasin– Jalan lingkar sepanjang lebih kurang 10 kilometer mulai dari Km 42 Kelurahan Kayuara Kuning gerbang masuk Komplek Perkantoran Pemkab Banyuasin hingga Km 52 Gerbang keluar di Kelurahan Seterio Kecamatan Banyuasin III itu selain merupakan jalan alternatif juga sebagai icon Daerah Bumi Sedulang Setudung, tetapi banyak kalangan mengatakan jalan itu yang baik cuma namanya saja, namun kondisinya ternyata amburadul, ucap Eko Kurniawan (39) saat berbincang dengan awak media ini, 30 April 2021 lalu.

Menurutnya, ruas jalan itu agak nyaman dilalui hanya sebatas dari gerbang km 42 itu hingga Tugu samping Masjid Agung Al-Amir saja atau hanya sepanjang lebih kurang 2 kilometer saja terbilang sangat mulus kondisinya, tetapi dari Tugu tersebut hingga Gerbang di Kelurahan Seterio bisa bikin rontok kendaraan kami.

Dikatakanya, padahal setaunya jalan lingkar itu hampir setiap tahun selalu disiram anggaran dana perbaikan yang nilainya hingga milyaran rupiah, tetapi faktanya belum sampai waktu 1 tahun anggaran berikutnya kondisinya sudah morat-marit jika pengendara tidak berwaspada tak urung terjebak lubang, apalagi melintas pada malam hari, ditambah jarang melitas jika melalui dijalan itu, “BERBAHAYA”, ungkapnya.

Terlihat ruas jalan lingkar itu rusak parah lanjut Dia, mulai depan Mapolres Banyuasin sampai gerbang keluar di Kelurahan Seterio dan sebaliknya semua sama rata rusaknya, sambung Sholikin.

Sholikin menceritakan, kalau dulu sebelum ada jalan tol dijawa ada namanya jalan yang kasusnya setiap tahun menjadi perbincangan publik yang namanya “Pantura”, jalan itu dari dirinya masih kecil paling keren kerusakan dan kemacetannya, tapi sekarang disana sudah lancar, namun sekarang muncul di Banyuasin, yang disebut-sebut jalan Lingkar itu modusnya beda-beda tipis dengan jalan Pantura.

Mantan Konsultan dibidang kontruksi jalan era tahun 1990an menilai persoalan infrastruktur jalan seperti di jalan lingkar Banyuasin itu yang rusak disebut namanya modus atau kerenya dibuat ATM oleh oknum terkait, sehingga melalui kondisi jalan itu setiap tahun dialirkan dana perbaikan terus yang nilainya bisa milyaran rupiah.

Untuk perkara itu maksud Dia, ada keterlibatan dari oknum terkait yang membidangi bagian pengontrolan di DPRD, juga ada bidang bagian obyeknya di Pemkab setempat termasuk dari kontraktor sebagai pelaksananya, maka kalau disebut jalan itu yang baiknya diberi nama jalan “lingkaran setan”, sebutan jalan lingkar Banyuasin jadi yang baik cuma namanya itu benar, tutupnya.

Sementara Bupati Banyuasin dan Dinas terkait melalui Kepala Diskominfo Banyuasin Nova Redi diminta konfirmasinya via WhatsApp hingga beritanya ditayangkan tidak memberi jawabanya. (waluyo)

Comment