SuaraMabes, Banyuasin – Kudu berwaspada baik bagi pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat yang jenis mobil tipis jika melintas jalan lingkar di Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera dari Gerbang Perkantoran melalui jalur masuk di Kelurahan Seterio tepatnya di titik gorong-gorong 3, karena ditempat itu berlubang cukup dalam dan ada genangan air mirip seperti kolam.
Jika pengguna jalan itu tidak berhati-hati saat melintas bagi pengendara mobil tipis maupun pengendara R2 bisa membahayakan dirinya, apalagi melintas pada hari bisa celaka, ucap Solikin yang mengaku pernah terjungkal saat melintas pada malam hari.
Yang mengaku warga asal Pangkalan Balai ini menambahkan jalan lingkar termasuk belum lama masih tahun 2021 dilakukan perbaikan yang biayanya ketika itu mencapai Rp 3 milyar lebih, tetapi ini buktinya masih ada kolamnya.
Masih menurutnya, diketahui jalan lingkar itu setiap tahun oleh Pemkab Banyuasin selalu dilakukan perbaikan, tetapi cara pengerjaanya tidak maksimal, satu buktinya ada satu kolam dijalur masuk Perkantoran dari Gerbang Sterio dan ada lubang dalam dari jalur masuk Mulia Agung tepatnya sekitar 100 meter dari Panti Asuhan Bunda.
Solikin menilai pengerjaan proyek jalan lingkar Banyuasin itu selain tidak maksimal juga jadi ATM para oknum Dinas terkait, ada dugaan juga keterlibatan anggota DPRD Banyuasin dalam pengesahan proyek itu, sebab setiap tahun selalu ada anggaran dana perbaikanya, ungkapnya sambil menutup perbincanganya.

Pengguna jalan jenis R2 sempat mogok dalam genangan air dijalan itu yang sempat diminta komentarnya Paijo mengatakan karena tidak pernah melintas, dikira genangan airnya tidak dalam, jadi langsung diterabasnya akhirnya nyangkut nyaris roboh dan kacamata miliknya terjatuh, lalu digilas oleh mobil yang berada dibelakangnya.
“Saya mau marah sama sopir mobil itu, sopir juga tidak melihat kalau becekan air itu ada kacamata saya, sedangkan mobilnya juga macet, akhirnya malah saya bantu mendorong mobilnya,” terang Paijo kesal.
Terpisah, Ari Anggara dari LP-KPK menyikapi kondisi jalan lingkar itu mengaku prihatin, bab rus jalan itu baru satu anggaran ini dilakukan perbaikan,l yang nilai anggaranya lebih Rp 3 milyar, tetapi buktinya masih ada kolamnya.
Arie menambahkan, lebih miris lagi bahwa di sepanjang jalan itu setiap hari Jum’at selalu dilakukan gotong-royong perawatan dan giat kebersihan.
“Hal yang tidak mungkin orang nomor satu di Banyuasin ini tidak mengetahui kalau masih ada kolam ditengah jalan lingkar dan sistim perawatannya pun sudah ada blok-blok disetiap OPD di Pemkab Banyuasin ini,” ungkap Arie heran.
Sementara, berita ini ditayangkan di media ini pihak Dinas terkait belum ada yang diminta komentarnya. (Biro-SS)









Comment