Hubungan Kekerabatan Antara Malay Afrika Selatan Dan Malay Indonesia

MediaSuaraMabes, Jakarta – Hubungan kekerabatan atau keluarga antar warga Indonesia dan Malaysia di kawasan perbatasan Kabupaten Sanggau, Kalimantan barat Webinar via online bertema “Hubungan kekerabatan antara Malay Afrika Selatan dan Malay Indonesia”pada hari Kamis 7 September 2023.Sebagai pembicara antara lain.

1. Prof Dr Ir Naniek Widayati, Guru Besar UNTAR
2. Letkol Caj (Purn) Endang Ahmad Farid .S.Sos. M.A.P., Mantan Pamen Disjarahad
3. Ir. Hengky Heksanti Arsitektur Lansekap
4. Nanang Sharna, Budayawan

Yang dimoderatori, Yonge Sihombing, Ketua Umum Panitia Percepatan Provinsi Tapanuli (PPPT),sekaligus Bacaleg DPR RI, Dapil 2 Sumut dari PKB, Dari paparan para nara sumber tersebut ,disimpulkan bahwa “Hubungan keluarga itu diikat dalam berbagai bentuk, di antaranya perkawinan antara warga yang berbeda status kewarganegaraan dan hubungan lapangan pekerjaan,” kata seorang Kepala Desa Suruh Tembawang, Kecamatan Entikong, Imran Manuk, di Entikong.

Ia mengatakan, hubungan antara warga perbatasan Entikong dengan warga perbatasan Malaysia sangat baik, karena tidak saja terkait persoalan ekonomi, dalam hal mencari lapangan pekerjaan ke nergri jiran, tetapi juga karena pertalian persaudaraan yang masih ada.

Adat dan istiadat sama, demikian juga dengan bahasa. “Bahkan tak sedikit diikat dengan pertalian perkawinan,” ungkap kepala desa tersebut. Dia mengatakan, keluar masuknya orang dan barang melalui “jalan tikus” atau setapak di kawasan perbatasan, bukan hal yang baru. Maksudnya, masalah itu tidak perlu dipersoalkan oleh pemerintah. “Tetapi tinggal bagaimana pemerintah membina warga di kawasan perbatasan agar tidak luntur rasa nasionalismenya,” katanya.

Hukum apartheid dicanangkan pertama kali di Afrika Selatan, yang pada tahun 1930-an dikuasai oleh dua bangsa kulit putih, koloni Inggris di Cape Town dan Namibia dan para Afrikaner Boer (Petani Afrikaner) yang mencari emas/keberuntungan di tanah kosong Afrika Selatan bagian timur atau disebut Transvaal (sekarang kota Pretoria dan Johannesburg).

Baca Juga :  Kunjungi Markas UNWTO di Madrid, Puan Minta Dukungan Promosi Pariwisata RI.

Setelah Perang Boer selesai, penemuan emas terjadi di beberapa daerah di Afrika Selatan, para penambang ini tiba-tiba menjadi sangat kaya, dan kemudian sepakat untuk mengakhiri perang di antara mereka, danmembentuk Persatuan Afrika Selatan. Melalui kebijaksanaan ini, penduduk Afrika Selatan digolongkan menjadi empat golongan besar, yaitu kulit putih atau keturunan Eropa, suku bangsa Bantu (salah satu suku bangsa di Afrika Selatan), orang Asia yang kebanyakan adalah orang Pakistan dan India, dan orang kulit berwarna atau berdarah campuran, diantaranya kelompok Melayu Cape.

Pemisahan suku yang dilakukan di Afrika Selatan ini mendapat tanggapan dunia internasional. Bahkan Majelis Umum PBB mengutuk perbuatan itu. Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh pemerintah tersebut juga mendapat tanggapan yang serius dari rakyat Afrika Selatan. Di Afrika Selatan sering terjadi gerakan-gerakan pemberontakan untuk menghapus pemerintahan Apartheid. Gerakan yang terkenal dilakukan oleh kalangan rakyat kulit hitam Afrika Selatan dipelopori oleh African National Congress (ANC) yang berada di bawah pimpinan Nelson Mandela.

Pada tahun 1961, ia memimpin aksi rakyat Afrika Selatan untuk tinggal di dalam rumah. Aksi tersebut ditanggapi oleh pemerintah Apartheid dengan menangkap dan kemudian menjebloskan Nelson Mandela ke penjara Pretoria tahun 1962. Nelson Mandela baru dibebaskan pada tanggal 11 Februari 1990 pada masa pemerintahan Frederik Willem de Klerk.

Pembebasan Nelson Mandela membawa dampak positif terhadap perjuangan rakyat Afrika Selatan dalam memperjuangkan penghapusan pemerintahan Apartheid. Pada tanggal 2 Mei 1990 untuk pertama kalinya pemerintahan Afrika Selatan mengadakan perundingan dengan ANC untuk membuat undang-undang nonrasial. Pada tanggal 7 Juni 1990 Frederik Willem de Klerk menghapuskan Undang-undang Darurat Negara yang berlaku hampir pada setiap bagian negara Afrika Selatan.

Baca Juga :  Athan RI Untuk Laos Laksanakan Kunjungan Ke Menhan Laos

Perjuangan-perjuangan yang dilakukan oleh Nelson Mandela dalam menegakkan kekuasaan tanpa adanya rasialisme di Afrika Selatan dan menghapuskan kekuasaan Apartheid memakan waktu yang cukup lama. Nelson Mandela terus berjuang untuk mencapai kebebasan negerinya baik perjuangan yang dilakukan di dalam negerinya, agar mendapat dukungan dari seluruh rakyatnya, maupun perjuangan yang dilakukan di luar negeri, yaitu untuk mendapatkan pengakuan atas perjuanganya dalam menghapuskan kekuasaan Apartheid di Afrika Selatan.

Upaya-upaya yang ditempuh oleh Nelson Mandela tersebut mulai menampakkan hasil yang menggembirakan, ketika pemerintah minoritas kulit putih di bawah pimpinan Frederik Willem de Klerk memberikan angin segar kebebasan bagi warga kulit hitam.

Orang makassar terbanyak dari Indonesia bermukim di Afrika Selatan. Makassar dan Mandailing Sumut pernah menjadi Mufti besar di Afrika Selatan.

Pada tahun 2009, Syech Yusuf dianugerahi penghargaan Ordo Sahabat Oliver Thambo yaitu penghargaan sebagai Pahlawan Nasional Afrika Selatan oleh Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki kepada ahli warisnya yang disaksikan oleh Wapres RI. M. Yusuf Kalla di Pretoria Afrika Selatan.

Saya gemetar kata Syech Yusuf setelah dimana mana negara banyak keturunan Jawa dan ternyata disana orang orang Jawa masih dihormati. Beda dengan negara Suriname keturunan jawa dinegara ini bahasa Jawa masih kental dan budayanya masih lestari hingga saat ini. Ada pula Jawa diwilayah Australia dan masih banyak lagi.

Syeh Yusuf berasal dari kerajaan Gowa suku Makassar. yg dibuang ke cope tawn setelah runtuhnya kerajaan Gowa, sehingga ada nama Makassar di Afsel. tolong perbaiki info Anda ujar syech Yusuf. terima kasih. Sumber agama Islam itu sejatinya dari Indonesia. Seperti huruf Arab Pegon juga di sebut tulisan Jawa. Tahukah anda ? Menurut sejarawan dan sastrawan Pramoedya Ananta Toer Cape Malays ini disebut Islameiers yang artinya orang Melayu Islam. Mereka adalah keturunan orang2 Melayu yang diasingkan oleh Belanda. Tapi sayangnya Cape Malays ini tak bisa berbicara Bahasa Melayu.( Ring-o)

Baca Juga :  Hubungan Internasional: Ketua Umum SMSI Sampaikan Ucapan Selamat untuk Presiden Taiwan Terpilih

Comment