MesiaSuaraMabes, Palembang — Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia ( K MAKI ) Sumatera selatan dalam menyikapi adanya pengadaan Smart Globe di lingkungan dinas Pendidikan kota Palembang tahun anggaran 2021 menuai pertanyaan publik.
Pengadaan tersebut dilakukan secara lelang yang masing masing di menangkan perusahaan di luar kota Palembang,padahal untuk pengadaan ini sebenarnya menghemat keuangan APBD mungkin bisa di lakukan secara e-Purchasing yang merupakan tata cara pembelian Barang/Jasa melalui sistem katalog elektronik.
Menurut Koordinator Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia ( K- MAKI ) Sumatera selatan mengatakan ,” dalam hal ini kita dukung pemerintah kota Palembang melalui dinas pendidikan upayanya dalam meningkatakan pengetahuan serta wawasan para siswa SD dan SMP berupa pengadaan alat peraga mungkin jenis super canggih untuk Smart Globe ,” ujar Boni Belitong.
“ tahun 2021 dinas pendidikan kota Palembang melalui lelangnya yang di menangkan PT.INDOTEK SENTRAL KARYA RUKAN TOMANG TOL RAYA JL.AGAVE RAYA BLOK A1 NO.7 LT.3 R3A RT.009/004 KEDOYA SELATAN, KEBON JERUK – Jakarta Barat (Kota) – DKI Jakarta pengadaan Smart Globe untuk SD dengan nilai Rp.3,7 miliar Lebih dengan kouta di duga sebanyak sekolah ini sekarang “ papar Boni.

Kemudian untuk SMP berjumlah ratusan shet dengan anggaran Rp.3 miliar yang dimenangkan oleh PT. AFAR CERDAS NUSANTARA RUKO MUTIARA TAMAN PALEM BLOK C-19 NO.86 KEL. CENGKARENG TIMUR KEC. CENGKARENG –Jakarta Barat (Kota) – DKI Jakarta.
“ Dalam perbandingan harga dan kecanggihan untuk barang tersebut itupun masih bahan pertanyaan kami dengan anggaran sedemikian tersebut untuk SD maupun SMP, berdasarkan perbandingan harga dan kecanggihan kami liat internet harga tertinggi untuk smart Globe terlihat canggih bernilai Rp, 7,8 juta dengan kapasitas Bola dunia belajar itu yang dilengkapi pena Bluetooth nirkabel, Bola dunia dapat dilepas untuk dibuka menjadi dua, untuk informasi inti bumi dan tata surya ,,tapi kita tidak tahu terkait barang yang di beli dinas pendidikan itu ,karena kami cari di ekatalog smart globe di pusat maupun Palembang tidak di temukan yang seperti itu,jadi tidak menutup kemungkinan atau di duga itu hanya merk biasa dan di duga harganya bisa di bawa Rp.5 juta satuannya,” kata Boni.
Selanjutnya koordinator K MAKI menambahkan,” dalam posisi sekarang ini kita belum bisa menJAS terkait ada penyimpangan secara legal karena itu wewang para auditor,tapi apa temuan kita ini akan jadi bahan masukan ke pada lembaga audit negara tersebut,oleh karena itulah dalam waktu dekat ini kami dari K MAKI akan pertanyakan ke pada dinas terkait sebelum kami lanjutkanke BPKP Sumsel biar mereka lebih rinci untuk melakukan audit tersebut,” pungkasnya.
“ Yang buat rangsangan publik ingin tahu terkait pengadaan ini yaitu kwalitas barang, nilai anggarannya sangan fantastis ,harga satuan barang,jumlah kouta sekolah yang dapat di SD maupun SMP apakah memang cukup sesuai dengan juknis dan pelaksanaan belanjanya apakah itu sudah tepat melalui lelang terbuka mengapa tidak melalui secara e-Purchasing, itulah bahan pertanyaan kami ke diknas terkait dan itu juga nanti manjadi bahan untuk ke BPKP RI dalam waktu dekat ini,” papar Boni .
- Kodim 0314/Inhil Antusias Realisasikan Program Pembangunan KDKMP, Babinsa Pekan Arba Turun Langsung - April 25, 2026
- Peringati Harlah ke-92, GP Ansor Harus Mendefinisikan Ulang Arah Gerakan - April 25, 2026
- Fenomena Negatif di Media Sosial Kian Marak, MSM Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Platform TikTok - April 25, 2026









Comment