MediaSuaraMabes, Kotawaringin Timur Kalteng – Pemerintah Desa Pelantaran bergerak cepat merespons instruksi pusat terkait ketahanan pangan nasional. Bertempat di kantor desa, telah dilaksanakan rapat internal yang melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Perangkat Desa, Pengurus BUMDes Hinje Simpei, serta perwakilan kelompok tani desa setempat.
Rapat ini difokuskan pada pematangan unit usaha Ayam Petelur BUMDes Hinje Simpei untuk Tahun Anggaran 2025, yang diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus lumbung protein warga.
Irwanto, selaku perwakilan Desa Pelantaran, dalam keterangannya menyampaikan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut nyata dari Inpres No. 2 Tahun 2026 dan Kepmendesa No. 3 Tahun 2025.
”Program ini adalah bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan. Kami di tingkat desa wajib memastikan ketersediaan bahan pangan, khususnya telur, tersedia secara mandiri dengan harga yang terjangkau bagi warga Pelantaran,” ujar Irwanto.
Sesuai regulasi terbaru, Desa Pelantaran mengalokasikan minimal 20% Dana Desa sebagai penyertaan modal kepada BUMDes. Hal ini dilakukan guna mendukung infrastruktur yang mumpuni, di antaranya:
– Pembangunan kandang modern ukuran 4 x 28 meter.
– Kapasitas tampung mencapai 1.008 ekor ayam.
– Fasilitas pendukung lengkap seperti pondok jaga, akses air bersih, listrik, hingga sarana sanitasi.
Pembangunan fisik ini dibiayai melalui anggaran Dana Desa bulan Desember 2025, dengan target pencapaian produksi telur hingga 95%.
Salah satu poin krusial dalam rapat tersebut adalah kesepakatan kemitraan. BUMDes Hinje Simpei tidak bergerak sendiri, melainkan menggandeng kelompok tani sebagai sub-pelaksana di lapangan.
Strategi ini diambil untuk memberdayakan pelaku usaha sektor pangan lokal serta membuka lapangan kerja baru bagi para peternak di Desa Pelantaran. Dengan adanya unit usaha ini, Desa Pelantaran optimis dapat menstabilkan harga pasar di tingkat desa dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Dengan selesainya Musyawarah Desa (Musdes) dan pematangan rencana usaha ini, BUMDes Hinje Simpei siap bertransformasi menjadi penyedia protein utama bagi masyarakat.
”Kami ingin Desa Pelantaran menjadi contoh bahwa desa mampu mandiri dan tidak lagi bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah. Inilah fondasi kemandirian bangsa yang dimulai dari desa,” tutup Irwanto.
Redaksi Suwoto









Comment