MediaSuaraMabes, Bogor – Maraknya Prostitusi Berkedok Panti Pijat dan SPA di wilayah Cileungsi Kab. Bogor saat ini merajalela dan menjamur dimana-mana.
Kabar yang beredar dari mulut ke Mulut, membuat kami Tim Investigasi dari Media Suara Mabes mencoba Mencari Fakta dan kebenaran dilapangan terkait permasalahan maraknya panti pijat dan spa yang mengadakan prostitusi di dalam ruangan tersebut.
Dalam hal ini kami Tim investigasi mencoba memasuki Wilayah Ruko Transyogi Metland Cileungsi yang kata nya ada beberapa Ruko Panti Pijat dan SPA di dalam area Ruko Metland yang menawarkan atau mengadakan Prostitusi di dalam tempat.
Kami mencoba mencari info atau narasumber di dalam lokasi tersebut, sebut saja Pak (B) Inisial yang sehari hari nya bekerja sebagai Juru parikir (JUKIR) di dalam komplek ruko Transyogi Metland Cileungsi.
Beliau mengatakan kepada awak media, bahwa di dalam area Ruko memang ada beberapa Ruko Panti Pijat dan SPA yang menyajikan Jasa prostitusi, bahkan Ada juga Beberapa tempat karaoke yang seperti itu, ujar Pak (B) 5/12/2022 saat di mintai keterangan.
Di dalam Hal ini, apakah dari pihak pihak terkait mengetahui dengan adanya Praktek prostitusi di dalam lingkup ruko Metland Cileungsi??.
Atau memang pihak terkait sudah mengetahui akan tetapi mereka menutup Mata. Dalam hal ini Seharusnya pihak pihak yang terkait harus mengadakan Sidak ditempat tempat Panti Pijat dan SPA agar tidak ada lagi kegiatan prostitusi di dalam lingkungan tersebut.
Karena jika semakin lama Kegiatan Prostitusi itu dibiarkan maka akan menjadi suatu Penyakit Masyarakat..
Maka dari itu pentingnya Pihak pihak terkait agar segera menindaklanjuti dan memberikan arahan bagi Orang orang yang ingin membuka Suatu praktek Panti Pijat dan SPA. (YS)
- Fenomena Negatif di Media Sosial Kian Marak, MSM Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Platform TikTok - April 25, 2026
- Relawan Prabowo Sekaligus Presiden LSM LIRA Tegaskan, Oknum Pasi Intel Kodim 0316 Batam, Jangan Main Ancam Bunuh Wartawan dan Aktivis - April 24, 2026
- Aksi Hijau UBP Saguling: Kontribusi Nyata di Hari Bumi - April 24, 2026









Comment