MediaSuaraMabes, Nunukan – Sempat mendapat angin segar tentang peningkatan jalan utama menuju terminal penumpang Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, ternyata hingga pertengahan September 2021 ini pekerjaan jalan dimaksud belum juga dilaksanakan dan menjadi sorotan masyarakat.
Padahal dalam wawancara dengan media ini beberapa waktu lalu, PT. Pelindo IV Cabang Nunukan optimis pekerjaan yang menelan anggaran sekitar tiga miliar rupiah tersebut akan dilaksanakan pada tahun ini.
Dikonfirmasi (10/09) terkait persoalan dimaksud, Manager Operasional PT. Pelindo IV Cabang Nunukan, Damsi mengatakan telah berkoordinasi melalui surat dan sambungan telepon, namun belum mendapatkan jawaban dari kantor Pusat.
“Kita belum mendapatkan kepastian kapan dilaksanakan lelangnya, mudah-mudahan bisa dilaksanakan tahun ini,” ujar Damsi.
Sorotan Lembaga Swadaya Masyarakat
Kumuhnya akses jalan menuju terminal Pelabuhan Tunon Taka Nunukan menjadi sorotan berbagai pihak, bahkan pegiat media sosial di Nunukan kerap mengunggah postingan yang mempertanyakan kondisi tersebut.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pancasila Jiwaku (LSM PANJIKU) Mansyur Rincing, juga menyesalkan lambannya PT. Pelindo melaksanakan peningkatan jalan yang hanya berkisar sepanjang dua ratus meter itu.
“Bangunannya telah 2 tahun difungsikan tapi akses jalan masuk ke terminal dibiarkan terkatung-katung begitu,” sesal Mansyur, Selasa (14/09/2021).
Tidak memadainya akses jalan utama di tempat itu berdampak pada kenyamanan pengguna jalan serta penumpang naik turun yang melalui pelabuhan Tunon Taka.
Selain itu jalan tersebut juga menjadi salah satu akses yang dilewati para buruh TKBM dan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.
“Sudah banyak pengendara roda dua yang terbalik dijalan tersebut, apalagi saat hujan, kondisi jalan yang berbatuan dan berlubang menjadi licin, namun saat kondisi kering debunya beterbangan,” katanya.

Lebih lanjut, dia juga mempertanyakan managemen PT. Pelindo yang dianggap kurang jeli merencanakan pembangunan pelabuhan Tunon Taka Nunukan.
“Jika PT. Pelindo punya managemen yang baik, tentu saat membuat perencanaan include dengan akses jalannya, ini kok tidak? sudah dua tahun dibiarkan begitu,” imbuhnya.
Melapor ke Presiden dan Ancam Demo
Hal ini seakan tidak sejalan dengan kebijakan pembangunan yang digagas oleh Presiden Jokowi, yakni program Nawacita yang dikenal dengan membangun dari pinggiran / perbatasan.
Oleh karenanya jika masih tidak ada kejelasan hingga satu bulan mendatang, LSM PANJIKU akan menyuarakan permasalahan ini kepada Presiden.
“Kami akan menceritakan ketidak becusan PT. Pelindo IV membuat program pembangunan di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, saya yakin Presiden akan menegur Menteri BUMN Erick Tohir untuk menindak Direksi PT. Pelindo IV” ujarnya.
Tak hanya itu, pria yang akrab disapa Gecong ini juga berencana menggelar aksi unjuk rasa dengan menggandeng sejumlah elemen massa seperti buruh TKBM, Organda, dan masyarakat umum agar aspirasi ini benar-benar dianggap mendesak oleh PT. Pelindo.
Dia menegaskan persoalan ini murni menjadi kewenangan PT. Pelindo sebagai pengelola pelabuhan Tunon Taka.
Karena sebelumnya Pemerintah Provinsi Kaltara pernah mengalokasikan anggaran sebesar lima miliar rupiah untuk pekerjaan peningkatan jalan tersebut.
Namun PT. Pelindo menolak rencana tersebut dengan dalih mereka yang akan mengerjakannya sesuai dengan kewenangan pengelolaannya.
“Alangkah baiknya jika ada kendala, pihak PT. Pelindo melakukan koordinasi dengan Pemkab Nunukan atau dengan Pemprov Kaltara, yang kasian pemerintah daerah selalu disalahkan oleh masyarakat karena mengira jalan tersebut tidak diperhatikan. Padahal walaupun bukan domainnya, tapi sangat prihatin dengan kondisi jalan tersebut, terbukti pernah mau dianggarkan,” pungkasnya.
Syafaruddin/Biro Nunukan.









Comment