Harga Kelapa Anjlok, Petani di Indragiri Hilir Berharap Perhatian Pemerintah dan DPRD

MediaSuaraMabes, Kab, Indragiri Hilir — Keluhan petani kelapa kembali mencuat di sejumlah wilayah sentra perkebunan kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir. Turunnya harga jual kelapa dari sebelumnya sekitar Rp4.500 per kilogram menjadi hanya Rp2.500 per kilogram dinilai sangat memberatkan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perkebunan tersebut.

Penurunan harga yang cukup drastis itu membuat banyak petani mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan anak, hingga biaya perawatan kebun. Kondisi tersebut juga dikhawatirkan berdampak terhadap keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir yang selama ini menjadikan kelapa sebagai komoditas utama.

Sejumlah petani mengaku pendapatan mereka menurun tajam dalam beberapa bulan terakhir. Sementara itu, biaya operasional kebun, ongkos panen, serta biaya transportasi masih tergolong tinggi. Akibatnya, keuntungan yang diperoleh petani semakin kecil bahkan sebagian terancam merugi.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama DPRD Kabupaten Indragiri Hilir dapat segera mengambil langkah nyata untuk membantu menstabilkan harga kelapa. Selain itu, petani juga meminta adanya perhatian serius terhadap tata niaga kelapa, bantuan subsidi, serta program pemberdayaan bagi petani di daerah sentra produksi.

Tokoh masyarakat setempat menilai sektor perkebunan kelapa merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Indragiri Hilir. Oleh karena itu, dibutuhkan kebijakan strategis agar harga komoditas tetap stabil dan kesejahteraan petani dapat terjaga.

“Petani sangat berharap ada solusi konkret dari pemerintah dan DPRD. Jangan sampai masyarakat semakin terpuruk karena harga kelapa terus menurun,” ujar salah seorang petani saat menyampaikan keluhannya.

Kabupaten Indragiri Hilir selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di Indonesia. Dengan luas perkebunan yang mencapai ratusan ribu hektare, sektor ini menjadi sumber penghidupan bagi ribuan kepala keluarga, khususnya di wilayah pesisir dan kepulauan.

Masyarakat berharap aspirasi para petani dapat segera ditindaklanjuti melalui kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil, sehingga stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga dan kesejahteraan petani kelapa dapat kembali meningkat.

Dum 0791

Agustami Tolib

Comment