MediaSuaraMabes, Bengkulu — Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2020/2021 di Sekolah Dasar (SD) Negeri 41 Topos, kecamatan Topos kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu, diduga dijadikan lahan korupsi oleh oknum Kepala Sekolahnya.
Program pemeritahan pusat dan daerah untuk meningkatkan SDM masyarakat dan meringankan Beban Parawali Murid agar anak – anak dapat menimbah ilmu dengan sempurna. Program pemerintah tersebut kerap di manfaatkan oleh oknum – oknum yang ingin mementingkan kepentingan pribadi sehingga program pemeritahan terkesan gagal.
Didalam penelusuran tim investigasi tertuju kepada SD N 41 Tapus, Kecamatan Topos, Kabupaten Lebong, terindikasi kecurangan dan besar dugaan dana BOS (Bantuan Oprasional Sekolah ) di selewengkan oleh oknum di SD 41 Tersebut. Pasalnya di dalam Rekapitasi Penggunaan Dana BOS Tahun anggaran 2020/2021 Triwulan 1 dan 2 Sebesar Rp.107.500.000 ( Seratus Tuju Juta Limaratus Ribu Rupiah), Banyak aitem aitem yang tidak di realisasikan bahkan di duga pikti.
Ketika team penelusuran melihat kondisi SD 41 Topos, tiba pukul 10,40 wib Ruang Kantor dan ruang kelas kosong melompong, bahkan tidak ada murid dan guru lagi.

Team investigasi coba meminta penjelasan masyarakat sekitarnya, inisial M (40) menjelaskan, “setahu saya kepala sekolah di SD 41 Topos ini Sangat jarang aktip
di SD ini pak, dan sekolah pun terkadang banyak tidak belajar,kadang anak anak pulang dari sekolah jam 10.00 wib pagi,sehingga saya sering bertanya dengan anak saya bahwa kenapa cepat pulang,”Nak” (Guru mau pergi mak) itu jawaban anak saya”, ucapnya.
“Anak saya baru kelas 5 SD Dan masalah bantuan baju seragam atau pun yang lain Alhamdulillah anak saya tidak pernah dapat, padahal saya tau Dana BOS itu ada dan besar serta di peruntukan untuk apa. Jadi kami selaku wali murid meminta kepada pihak – pihak terkait agar dapat memproses dengan benar perjalanan dana BOS SD 41 ini”, tutupnya.
Di saat team menghubungi Kepala Sekolah SD 41 Topos Lewat Telpon, beliau menjelaskan,” Saya lagi tidak sehat, karena penghipitan pinggang jadi susah jalan,jika bapak mau ketemu dengan saya, hari minggu saya pulang”, ucapnya Kepsek.
Lanjutnya,” Atau Bapak bisa temui saya hari sabtu”, tutup Endra S.Pd.
Dengan ini tim meminta kepada APH agar segera menindak lanjuti dan menelusuri informasi yang di dapati oleh Tim. Jika benar fakta yang Tim temui terkait dugaan penggunaan Dana Bos dan penyelewengan lainnya oleh oknum tersebut, Tim dan masyarakat khususnya wali murid berharap agar segera diambil tindakan.
TiM
- Kodim 0314/Inhil Antusias Realisasikan Program Pembangunan KDKMP, Babinsa Pekan Arba Turun Langsung - April 25, 2026
- Peringati Harlah ke-92, GP Ansor Harus Mendefinisikan Ulang Arah Gerakan - April 25, 2026
- Fenomena Negatif di Media Sosial Kian Marak, MSM Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Platform TikTok - April 25, 2026









Comment