Dari Sungai Keruh ke Ancaman Bencana: Warga Geumpang Minta Negara Hadir

MediaSuaraMabes, Pidie — Aktivitas tambang emas ilegal di kawasan Geumpang, Kabupaten Pidie, Aceh, kian memicu keprihatinan masyarakat. Selain diduga merusak ekosistem lingkungan, praktik pertambangan tanpa izin tersebut juga dinilai mengancam keselamatan warga serta keberlangsungan sumber daya alam di wilayah itu.

Sejumlah warga mengaku resah terhadap kondisi sungai yang kini berubah keruh dan tercemar. Mereka menduga pencemaran tersebut dipicu oleh aktivitas pengolahan emas yang menggunakan bahan kimia berbahaya, seperti merkuri.

“Kami sangat khawatir. Air sungai yang dulu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari sekarang sudah tidak layak. Selain itu, ancaman longsor juga semakin nyata,” ujar salah seorang warga kepada Media Suara Mabes.

Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mencerminkan kerusakan lingkungan yang semakin parah, tetapi juga lemahnya pengawasan terhadap aktivitas tambang ilegal yang terus berlangsung. Kerusakan hutan, pencemaran air, serta potensi bencana ekologis menjadi dampak yang kini mulai dirasakan masyarakat sekitar.

Selain berdampak terhadap lingkungan, praktik pertambangan ilegal juga dinilai berpotensi menimbulkan konflik sosial dan menghilangkan potensi pendapatan negara dari sektor pertambangan yang seharusnya dikelola sesuai ketentuan hukum.

Masyarakat berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dan terukur untuk menghentikan aktivitas tersebut.

“Kami meminta pemerintah tidak tutup mata. Harus ada tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat. Jika dibiarkan, kerusakan akan semakin parah dan berdampak jangka panjang,” kata warga lainnya.

Warga juga berharap adanya solusi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar, termasuk penyediaan alternatif mata pencaharian yang tidak merusak lingkungan.

Dalam penanganan persoalan tambang ilegal, sejumlah pihak menilai diperlukan pendekatan komprehensif, mulai dari penegakan hukum, penguatan pengawasan dan regulasi, hingga edukasi kepada masyarakat terkait dampak jangka panjang kerusakan lingkungan.

Apabila tidak segera ditangani secara serius, kawasan Geumpang dikhawatirkan menghadapi krisis ekologis yang lebih besar dan berpotensi mengancam kehidupan masyarakat serta generasi mendatang.

(Hanafiah)

Hanafiah

Comment