Diduga Alami Kekerasan Oleh Gurunya, Salah Seorang Murid SD Garon 2 Pilih Pindah Sekolah Karena Trauma

MediaSuaraMabes, Madiun — Miris masih saja ada kejadian tidak terpuji didunia pendidikan kita pasalnya beredar kabar oknum guru sekolah dasar negeri garon 2 kecamatan balerejo kabupaten madiun di duga lakukan kekerasan terhadap anak didiknya berinisial(AG) 11 tahun yang masih duduk dibangku kelas 5 di sekolah tersebut beberapa waktu yang lalu.

Kejadian ini bermula saat AG berkelahi dengan temannya di saat jam istirahat berlangsung lantas salah seorang murid lain memanggil gurunya karena mengetahui temannya berkelahi hingga dilerai oleh oknum guru berinisial(tn) 40 tahun yang mengajar di sekolah tersebut.

Usai kejadian AG dibawa ke ruang guru oleh TN lantas dimarahi dan di duga ditendang didalam ruang tersebut hingga menangis dan keluar kembali ke kelasnya.

Mengetahui hal tersebut teman AG berinisial LD dan NV lantas memfoto dan mengirimkan foto tersebut kepada ibu AG melalui whatsapp dengan teks “bu arga nangis”

Lantas ibu dari AG menanyakan kenapa anaknya menangis dan dijawab lagi melalui whatsapp bahwa habis berkelahi dengan temannya dan dibawa ke kantor guru dan ditendang oleh TN gurunya.

Atas hasil konfirmasi kepada ibu AG membenarkan bahwa anaknya memang mengalami kejadian tersebut ia juga mengaku telah mendatangi sekolahan anaknya guna mencari tau kebenaran kejadian itu dan menanyakan kepada guru yang dimaksud namun di sanggah oleh oknum guru dengan berdalih tendangan itu hanya mempraktekkan kejadian perkelahian anaknya. Jumat, 21 januari 2022.

“Tadi saya sudah ke sekolah anak saya menanyakan kejadian tersebut namun gurunya bilang itu tidak sengaja dilakukan hanya mempraktekkan kejadian perkelahian anaknya saja dan ia juga menjelaskan tidak ada etika baik dari guru tersebut untuk meminta maaf atau membujuk anaknya untuk sedianya bersekolah lagi dan tidak ada permintaan maaf kepada saya dan bersikukuh dirinya tidak salah” ujarnya.

Pasca kejadian ini ia mengaku bahwa anaknya tidak mau masuk sekolah dan memilih keluar pindah sekolah karena mengalami trauma dan takut bertemu dengan guru yang sudah melakukan kekerasan dirinya dan atas kejadian itu dirinya hanya berharap ada keadilan dan kejelasan kejadian yang menimpa anaknya tersebut karena kejadian ini di nilai tidak pantas dilakukan guru kepada muridnya kendati diakui memang anaknya terkenal iseng dan jahil hal inipun dibenarkan oleh teman sekelasnya NV yang memberikan keterangan yang sama “iya AG anaknya memang suka iseng dan jahil tapi cuma bercanda sama teman teman saja.”

Sementara itu ut selaku walimurid tidak mau menyalahkan pihak siapapun ia hanya meminta untuk wali kelas 5 ini diganti namun hal tersebut tidak dilakukan oleh pihak sekolah karena sudah sesuai kesepakatan semua walimurid.
“Saya itu tidak menyalahkan siapapun saya cuma minta walikelas diganti sebab anak saya takut dengan walikelas tersebut dan tidak mau sekolah sudah 7 hari dan minta pindah sekolah jika walikelasnya tidak diganti akan tetapi tidak bisa karena katanya sudah sesuai kesepakatan semua walimurid itu dari keterangan pihak sekolah”terang Ut.

” sebenarnya anak saya itu masih mau mas sekolah di sana asal walikasnya diganti tapi tidak bisa ya terpaksa pindah ke sekolah lain”imbuhnya.

Sementara itu pihak sekolah dalam hal ini kepala sekolah masih belum bisa memberikan klarifikasi atas kejadian tersebut sebab sedang tidak berada di sekolahan karena sedang ada rapat di dinas pendidikan.

Dan untuk guru TN yang di maksud ketika di mintai konfrimasi dihubungi melalui WhatsApp tidak membalas hanya dibaca saja.
Bersambung….

Pewarta : xo(kabiro madiun)

Comment