Ono Daryono Menjadi Angkuh dan Sombong Setelah Terpilih Menjadi Kepala Desa (Kuwu) Penyindangan Kulon

MediaSuaraMabes, INDRAMAYU – Ono Daryono selaku kepala Desa Penyindangan Kulon, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, yang baru menjabat 4 bulan disinyalir Arogansi terhadap wartawan, dan masyarakat juga sangat mengeluh dan kecewa terhadap kuwu Ono Daryono dan tidak memiliki etika pergaulan.

Hal ini disampaikan sejumlah wartawan yang beberapa kali silaturahmi ke kantornya untuk mengangkat kegiatan kuwu Ono dalam membangun desa yang dipimpinnya.

Sayangnya, hampir semua tamu yang datang dikantor Balai Desa Penyindangan Kulon, dijanjikan berbuat macam- macam, namun berikutnya dia menghilang tanpa permisi. semua tamu yang datang ke kantornya dikecewakan dan meninggalkan kesan tidak senang serta malas untuk kembali datang berkunjung, Selasa (07/09/21).

Arogansi sikap Kuwu Panyindangan kulon juga dirasakan oleh wartawan AG dan teman – temannya yg belum lama juga dikecewakan oleh Kuwu Ono. “Sikap Kuwu pada setiap tamu kurang mencerminkan pemimpin yang bijak. Kuwu Ono juga tampaknya tidak siap mengusung perubahan sebagaimana visi misi Bupati Indramayu Nina Agustin yang Bermartabat!.”

“Bagaimana bisa mengusung perubahan menuju Indramayu Bermartabat jika Kepala Desanya tidak punya etika dan kepribadian yang baik pada setiap orang.’’ ungkap AG.

Waktu minggu kemarin, Kuwu Ono Daryono Kamis, (19/08/21) Kedatangan Wartawan Suara Mabes sambil memperlihatkan berita online di kegiatan acara Pelantikan Kepala Desa (Kuwu) Se-Kecamatan Sindang, dan Ono sempat melihatnya serta Dokumentasi sambil duduk di kursi bergaya sombong sambil merokok di depan 2 Wartawan.

Ucap Ono “saya tidak mau menebus pemberitaan juga dokumentasi ini, silakan…!! bawa pulang lagi dan Kabironya suruh datang kesini, saya tidak seperti kuwu –kuwu yang lainya”, ucap Ono dengan gaya sombonganya.

Dua Wartawan masih dalam terorensi dan kebijakan, telah mengatakan, tar saya telpon Wakabironya, kata dua wartawan.
Ono mengeluarkan kelantanganya dan berkata arogan ke dua wartawan.
‘’Lanjut Ono Daryono, telah mengeluarkan pebicaraan ke arogansi dan kesombongan, jangan pake telpon lagi, Kabironya suruh datang kesini …!!,’’ Ucap lantang Ono.

Wakabiro Media Suara Mabes mendatangi kantor Balai Desa Penyindangan Kulon sama rekan yang bernama Dibjo, sangat penasaran, Selasa tepat jam 200 wib, (07/09/21) kebetulan Kuwu Ono Daryono sedang duduk di ruangan tamu, kebetulan ada rekan dua wartawan yang bernama Dadang dari Global dengan rekanya Asep, langsung di tanya oleh Waka biro Suara Mabes, sedang nunggu apa ? rekan-rekan saya, kata Dadang dengan Asep sedang nunggu pak Kuwu, kata ASEP.

Wakabiro menunggu sampai keluarnya Kuwu Ono Daryono sesudah lama di tunggu sekitar 15 menit, Kuwu Ono Keluar dari sarangnya terus duduk bersama 4 wartawan , salah satu wartawan Dibjo sebelah kanan duduk di kursi dan sebelah kiri Wartawan Asep, sesudah kuwu ono santai duduk di kursi ruangan tamu, Waka Biro Suara Mabes langsung berdialog berhadapan sama pak kuwu Ono. Dengan santun, Asalamualaikum pakuwu yang ter hormat, kuwu Ono menjawab walaikum salam…, terus Waka Biro langsung berhadapan berdialog dengan kuwu Ono, Apunten pak kuwu ono yang terhormat, saya datang ke sini perintah oleh pakuwu Ono Daryono, untuk apa saya datang kesini, dan saya sangat penasaran mau kelarifikasi terkait tentang pemberitaan online serta dokumentasi di tolak, saya sudah datang dan duduk berhadapan sama kuwu , terus untuk kedatangan saya mau ngapain, juga waktu anak buah saya datang ke pak kuwu untuk memperlihatkan berita online serta dokumentasi, dan saya tidak memaksakan sama pak kuwu, kiranya di beritakan waktu pelantikan kuwu se kecamatan Sindang, dan tidak mau bantu untuk oplah koran , tidak apa –apa dan saya tidak memaksakan, sama pak kuwu, mengapa pak kuwu bicaranya sangat lantang dan ucapan arogansi terhadap anak buah saya, ucapan pakuwu tidak mau pemberitaan dan dokumentasi , bahkan saya bukan seperti kuwu-kuwu lainya, saya sedang pusing tidak punya uang, Ucapan Kuwu Ono.

Wakabiro mengatakan ‘’ seorang wartawan datang bertamu tidak minta uang , kalau wartawan minta uang untuk bantu oplah koran itu di wajarkan, dikernakan pemberitaan dan dokumentasi ada buat perdana untuk kenang-kenangan photo tersebut buat dilihat ke anak putu juga saodara, bahwa poto pelantikan kuwu, wartawan ada jasanya cari informasi dan sosial kontrol cari berita untuk dikemas, menjadi berita yang baik , dan saya sangat kecewa seorang Kuwu pembicaranya tidak menghargai wartawanan dan tidak ada etikanya.

Tolong harus di pakai sopan santunya, dan tolong pak kuwu Hati- hati seorang menjadi kepala Desa (kuwu) harus menghargai tamu wartawan dan LSM. Wartawan punya payung hukum dan di lindungi oleh persiden RI , juga Undang –Undang Wartawan atau pers no.40 pasal 18 ayat 2 dan3 tahun 1999, “barang siapa menghambat-hambat wartawan posisi dalam liputan maka anda kena pidana.”

Warga masyarakat Desa Penyindangan Kulon mengeluh, itu ada apa pak kuwu warganya pakuwu juga ada ucapan sepertu itu ..?? tolonglah hargai, seorang warga pak kuwu sendiri, jangan di sia-siakan dan juga hargailah wartawan dan LSM kalau berkenan bertamu, wartawan mencari konfirmasi dan informasi untuk di kemas menjadi berita, dan juga sosial kontrol, jangan mentang-mentang pak kuwu menjadi kepala Desa (Kuwu) Desa Penyindangan kulon. (Teja Sulaksana/ Dibjo)

Comment