Camat Lasmudin Imbau Kepala Desa Untuk Pengadaan Alat Swab Antigen Dari Dana Desa 8 Persen

SuaraMabes, Bengkulu – Satgas Penanganan covid di setiap desa yang berada di kecamatan Rimbo pengadang Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu, harus pro Aktif dan bekerja sesuai dengan tupoksinya masing masing.

Di temui suaramabes.com pada Selasa, (10/08/2021), dikantor Camat Rimbo Pengadang, Camat Lasmudin S.H menyampaikan jika lima desa dibawah naungannya seperti Desa BIOA Sengok, Tik Kuto, Bajok, Teluk Dien dan Desa Talang Ratu, kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong mengadakan apel gabungan Satgas Covid Desa, Sekecamatan Rimbo Pengadang.

Camat menyarankan posko penanganan Covid-19 di desa harus pro aktif terhadap masyarakat, melakukan pendataan terhadap masyarakat yang telah melaksanakan Swab, Suntikan vaksin, dan penyemprotan, pembagian masker,dan henitaizer.

Camatv Lasmudin mengimbau Kepala Desa untuk melakukan Pengadaan Alat Swab Antigen Dari Dana Desa 8 Persen tersebut.

“Saya sampaikan kepada 5 (Lima) desa yang berada di kecamatan Rimbo pengadang, gunakan dan manfaatkanlah dana desa 8 persen dengan semaksimal mungkin,kami akan mengadakan rapat lanjutan mengenai pembahasan sisa dana desa untuk penanganan covid tersebu,” ujarnya kepada suaramabes.

Kemungkinan rencananya Desa Desa yang berada di Rimbo Pengadang nanti, pihaknya akan membelikan Alkes (Alat kesehatan) untuk penanganan Covid-19 lebih lanjut, membelikan alat Swab Antigen.Swab antigen ini adalah untuk penanganan orang yang sakit di desa seperti Orang demam, batuk, pilek dll.

“Kami akan membeli dan mempersiapkan 100 alat Swab per Desa,untuk orang yang sakit,Karena biar kekhawatiran masyarakat terhadap orang yg sakit tidak was was.tidak ragu jika ingin menjenguknya,” jelas Camat.

Jadi Kepala desa bekerjasama dengan pihak kecamatan dan puskesmas untuk penanganan C-19 lebih lanjut secara maksimal.

“Ini semua untuk mendukung program Pak Bupati Kopli Ansori dan wakil bupati Fahrurrozi Kabupaten Lebong,karena penanganan mereka di Hulu jadi kita juga dari pihak kecamatan membuat penanganan di Hilir,agar mata rantai covid terputus diwilayah kerja kita masing masing,” imbuh camat.

“Selanjutnya akan saya koordinasikan mengenai hal ini dengan pemerintahan Kabupaten Lebong dan Dinas Kesehatan untuk membeli Swab anti gen,dan ini baru Ide yang saya tampilkan, tahap selanjutnya mereka akan memutuskannya,” tutupnya.

Inisiatif ini diambil, Jika anggaran dana desa itu dalam Laporan Keuangan sisa lebih (SiLPA)
Maka dengan keperuntukan yang jelas dan maksimal sesuai regulasi maka Dana Desa 8 persen tersebut tidak akan fiktip. (NM/Y2)

Comment