MediaSuaraMabes, Bogor — Hari kedua Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), para peserta mengikuti pembekalan dari kementerian dan lembaga negara di Pusat Kompetensi Bela Negara, Kabupaten Bogor, Jumat (30/1/2026).
Dalam sesi tersebut, Wakil Menteri Kementerian Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, memaparkan materi bertajuk Transformasi Digital Nasional, Etika Media, dan Tantangan Disrupsi Informasi.
Nezar menekankan, di tengah cepatnya perkembangan kecerdasan artifisial (AI), jurnalisme perlu menjaga keunikan dan nilai tambah yang tidak bisa digantikan mesin—di antaranya melalui laporan lapangan, analisis kontekstual, serta human stories yang kuat, sekaligus beradaptasi dengan format digital agar tetap relevan bagi publik.
Dari sisi etika, ia mengingatkan pemanfaatan AI dalam kerja-kerja redaksi tidak boleh mengendurkan prinsip dasar jurnalistik. Menurutnya, penggunaan teknologi harus tetap menjunjung akurasi, verifikasi, dan tanggung jawab dalam setiap produk berita yang disajikan kepada masyarakat.
Nezar juga menyampaikan komitmen pemerintah melalui Kemkomdigi untuk mendukung ekosistem pers yang sehat dan berkelanjutan, termasuk memperkuat ketahanan informasi melalui praktik jurnalisme profesional dan berintegritas.
Retret PWI diharapkan menjadi ruang penguatan kapasitas wartawan dalam menghadapi perubahan lanskap media, sekaligus menjaga kepercayaan publik melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
- Gerebek Sarang Narkoba Kabanjahe: Polisi Tangkap 1 Pengedar dan 6 Pengguna Sabu - March 6, 2026
- Brimob Polda Sumut Sita 12 Ekskavator Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Madina–Tapsel - March 5, 2026
- Polrestabes Medan Sikat 526 Kasus Narkoba, 156 Kg Sabu dan Vape Berkokain Terbongkar - February 26, 2026









Comment