Siswa – Siswi Yayasan Baitul Hikmah Rayakan Hari Santri

MediaSuaraMabes, Sukabumi — Matahari mulai menyingsingkan sinarnya. Wajah-wajah tak berdosa itu mulai menampakkan batang hidungnya. Tepat jam 06.30 WIB. Namanya juga anak-anak yang tak punya beban. Ada yang datang berjalan kaki. Ada pula yang datang sambil berlarian. Ada pula yang datang menggunakan sepeda motor. Kedatangan mereka memberikan harapan baru pada kami.

Suara-suara mereka mulai membisingi sekolah. Serambi-serambi disekolah mulai dipenuhi siswa-siswi yang silih berdatangan. Ada yang duduk saja sambil menikmati jajanannya. Ada yang bermain serta bersenda gurau dengan teman sebaya.

Bak santri di pondok pesantren. Segenap Dewan Guru beserta seluruh Siswa-siswi Yayasan Baitul Hikmah Desa Tenjojaya kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi mengenakan busana ala santri.

“Sekarang hari santri”, jawab Rizal, salah satu siswa kelas 11 saat ditanya oleh awak media suara mabes, Jumat, 22-10-2021.

Sambil mengenakan baju koko bak santri di pondok pesantren mereka terlihat begitu imut dan menggemaskan. Walaupun mengenakan seragam muslim namun yang digunakan menegaskan keceriaan mereka menyambut hari santri yang jatuh pada hari Jumat tanggal 22 Oktober 2021 melalui.

Tingkah lakunya begitu polos dan masih belum mengerti banyak apa itu santri. Namun mereka semua semberingah. Sesekali mereka membetulkan kerudungnya agar tetap terlihat anggun. Seakan mereka malu jika kerudungnya terlihat miring.

Sesekali pecinya miring Namun tingkah mereka tetap lucu. Bak santriwan di pondok pesantren. Tak ada kecemasan yang tergambar dalam raut wajahnya. Mereka benar-benar menikmati masa masanya. Mereka ceria dan asyik bermain walaupun tak lagi menggunakan seragam.

Didepan sekolah mereka berlalu lalang dengan berbagai tingkahnya yang membuat bibir ini tersenyum. Mereka tetap bermain seperti biasa. Busana santri yang dikenakannya tak menjadi penghalang untuk bermain dengan teman-temannya.

Ya, dibenaknya tak ada beban pikiran. Tak ada kesusahan. Busana ala santri yang mereka kenakan memberikan dorongan kepada kita untuk tetap selalu ceria. Tak perlu susah dengan apa yang sedang dilakukan. Mereka anak-anak yang hanya melakukan apa saja yang ingin ia lakukan. Tanpa berpikir panjang dan tanpa penuh pertimbangan. Mau berseragam atau berbusana bak santri, mereka tetap nyaman menjalaninya.

Mereka hanya berbusana ala santri. Keceriaannya menjadi simbol kebanggan untuk mengenang dan meneladani perjuangan para ulama dan santri.

“Pengakuan terhadap kiprah ulama dan santri tidak lepas dari Resolusi Jihad yang dikumandangkan Hadlaratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari, Rais Akbar Nahdlatul Ulama, pada 22 Oktober 1945”, pungkas Abah Minta, selaku kepala kantor Yayasan Baitul Hikmah. Desa Tenjojaya Kecamatan Cibadak kabupaten Sukabumi, tuturnya.

Ustad Yusuf selaku pembina bidang Tahfid Yayasan Baitul Hikmah, menambahkan. Hari santri ditetapkan tanggal 22 Oktober 2015 lalu melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Hal tersebut berbarengan dengan tanggal 9 Muharram 1437 Hijriah, yang merupakan bukti pengakuan Negara atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, dan mempertahankan kemerdekaan.” Pungkasnya.

Reporter : Jibril Alghojali

Comment