Sadari Benjolan Di Payudara, Apakah Berbahaya?

MediaSuaraMabes, Jakarta – Dalam rangka memperingati hari kesehatan sedunia 7 Aprikl 2024, , Mitra Keluarga Pratama Jatiasih mengadakan Health Talk dengan tema “Sadari Benjolan Di Payudara, Apakah Berbahaya?” oleh Narasumber dr. Fanty Rahmania, Sp.B.

Hari Kesehatan Sedunia atau World Health Day diperingati setiap 7 April. Hari Kesehatan Sedunia diperingati setiap tahunnya untuk menyoroti topik kesehatan tertentu yang menjadi perhatian masyarakat dunia. Melalui peringatan ini, WHO berupaya meningkatkan kepedulian global akan masalah kesehatan. Selain itu, Hari Kesehatan Sedunia merupakan langkah untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga dan meningkatkan kesehatan.

Lantas, bagaimana Hari Kesehatan Sedunia pertama kali tercetus? Simak sejarah, dan pesan utama Hari Kesehatan Sedunia 2024 selengkapnya di bawah ini. (G.POS)

Berdirinya World Health Organization (WHO) menjadi pijakan diperingatinya Hari Kesehatan Sedunia pada 7 April. Dihimpun dari beberapa sumber, WHO pertama kali berdiri pada tahun 1948.
Sejarah Hari Kesehatan Dunia

Hal ini bermula pada Desember 1945 atas usulan para pejabat Brasil dan China. Mereka menginginkan organisasi kesehatan internasional untuk mencakup permasalahan kesehatan yang independen dari kekuatan pemerintah.

Kemudian pada Juli 1946, pembentukan konstitusi WHO disetujui di New York. Konstitusi tersebut mulai berlaku pada 7 April 1948 dengan 61 negara menandatangani perjanjian pendirian WHO.

Hari Kesehatan Sedunia menjadi salah satu tindakan resmi WHO untuk menciptakan kesadaran atas isu kesehatan. Pada mulanya, Hari Kesehatan Sedunia pertama kali diperingati pada 22 Juli 1949. Namun selang setahun setelahnya, WHO mengubah peringatan tersebut menjadi 7 April yang selaras dengan berdirinya organisasi itu. Selama 50 tahun terakhir, peringatan ini telah menyoroti berbagai masalah kesehatan penting, seperti kesehatan mental, perawatan ibu dan anak, serta perubahan iklim. Perayaan ini ditandai dengan kegiatan-kegiatan yang berfungsi sebagai meningkatkan perhatian dunia pada aspek penting kesehatan global.

Baca Juga :  MACAN MATARAM BANGUN KEDEKATAN DENGAN MASYARAKAT LAKUKAN AKSI SOSIAL

Pesan Utama Hari Kesehatan Sedunia 2024, Melalui laman resminya, WHO mengungkapkan beberapa pesan penting pada peringatan Hari Kesehatan Sedunia 2024. Pesan ini berisi tentang hak kesehatan untuk masyakarat umum dan pemerintah.
1. Pesan untuk masyarakat umum Ketahui hak kesehatan anda. Anda berhak untuk:
* Pelayanan yang aman dan berkualitas, tanpa diskriminasi apapun.
* Privasi dan kerahasiaan informasi kesehatan anda.
* Informasi tentang perawatan anda dan persetujuan yang diinformasikan
* Otonomi dan integritas tubuh.
* Atlah keputusan atas kesehatan anda sendiri.
* Lindungi hak anda atas kesehatan sebagai hak asasi manusia.
* Mempromosikan hak atas kesehatan sebagai pilar intrinsik hak asasi manusia yang lebih luas.
* Juara kesehatan sebagai prioritas.

2. Pesan untuk pemerintah:
Setiap hukum penting. Setiap kementerian dapat dan harus membuat undang-undang untuk mewujudkan hak atas kesehatan di seluruh sektor:
Keuangan: pajak tembakau, gula, dan alkohol.
Pertanian: hilangkan lemak trans, mengurangi jumlah antimikroba dalam sistem pertanian pangan sebesar 30-50% pada tahun 2030.

Dalam rangka memperinagati Hari Kesehatan sedunia inilah, , Mitra Keluarga Pratama Jatiasih mengadakan Health Talk dengan tema “Sadari Benjolan Di Payudara, Apakah Berbahaya?” oleh Narasumber dr. Fanty Rahmania, Sp.B.

Mengawali paparannya , dr. Fanty Rahmania, Sp.B. Dokter Umum Klinik Panca Bakti Jakarta ini mengatakan, adapun latar belakang mengambil tema ini adalah,
1. Kanker payudara merupakan penyebab kematian terbesar kanker pada wanita setelah kanker serviks
2. Seringkali terdiagnosis pada stadium lanjut (3-4)
3. Mudah dideteksi secara dini
4. Angka kesembuhan pada stadium 1 (ukuran tumor < 2 cm)  hampir 100%
5. KankerPayudara sejak dini bisa dideteksi,

*Pemeriksaan klinis oleh nakes dan Sadari dapat mendeteksi sampai 85% kanker payudara.
*Mammografi dan USG dapat mendeteksi sampai 90% kanker payudara.
*BIOPSI dapat mendeteksi sampai 91% kanker payudara.
*Kombinasi ketiganya dapat mendeteksi sampai 99,5% kanker payudara

Baca Juga :  Pelantikan KSB Dan Jajarannya PBB (Pemuda Batak Bersatu) Kab.Indramayu

Faktor penghambat deteksi dini,
Dari sisi pasien: Bisa menutupi kelainan dengan pakaian, Kurang biaya, Kurang pengetahuan dan Takut didiagnosis kanker
-Adanya disinformasi tentang kanker di media
-engobatan alternative yang diiklankan cetak (koran, majalah, dll)
-Disinformasi tentang kanker di internet
-Penyiaran berbagai acara pengobatan televise

Solusinya menurut dr. Fanty Rahmania, Sp.B adalah : Pengembangan Metode Deteksi Dini Yang Murah, tapi efektif dan efisien, dengan :
1. Pemeriksaan Klinis oleh petugas kesehatan (SADANIS)
2. SADARI (Periksa Payudara Sendiri)

Deteksi kelainan payudara secara dini’ujqr dr. Fanty
1. Penggalian faktor risiko
2. Pemeriksaan SADARI (Pemeriksaan sendiri)
3. Pemeriksaan SADANIS (oleh petugas kesehatan)
4. Mammografi

Sedangkan factor risiko lanjut dr.Fanty yang jua menjadi do Dokter Umum RSIA Budhi Medika Jakarta ini adalah :
1. Haid pertama umur < 10 tahun
2. Menopause umur > 50 tahun
3. Tidak melahirkan anak
4. Melahirkan anak pertama umur > 35 tahun
5. Tidak menyusui
6. Anggota keluarga dengan kanker payudara
7. Riwayat tumor pada payudara
8. Kontrasepsi hormonal

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI): Mendorong wanita untuk mau melakukan pemeriksaan, payudara sendiri. Sebagian besar benjolan ditemukan sendiri, Waktu terbaik : 7-10 hari setelah hari pertama menstruasi, Tetap periksa sebulan sekali walaupun telah berhenti haid (menopause). ‘SADARI dalam tiga laqngkah sambungnya lagi, yaitu : (1)

Ciri-ciri Benjolan:Curiga Kanker, Hanya pada satu payudara; Perabaan keras ; Permukaan tidak rata;
Terfiksasi (tidak mudah digerakkan); Sering tanpa nyeri.

Apa yang harus dilakukan apabila menemukan kelainan ? lanjutnya lagi.jawaabnya , Berkunjung ke petugas kesehatan terdekat, Puskesmas, Rumah Sakit
• Pemeriksaan klinis payudara (SADANIS) oleh petugas medis
• Pemeriksaan penunjang lain: Mammografi, USG, Aspirasi Jarum Halus (AJH/FNAB)

Baca Juga :  Kebijakan Terbaru Dana BOS Tahun 2023 Dari Kemendikbud

Kesimpulan :
Dari paparannya itu, dr. Fanty Rahmania, Sp.B. menyimpulkan :
1. Kanker payudara dapat dideteksi secara dini untuk meningkatkan angka kesembuhan.
2. Cara deteksi dini sederhana untuk kanker payudara adalah Pemeriksaan Klinis Payudara dan Pemeriksaan Payudara sendiri tutup dr. dr. Fanty Rahmania, Sp.B.( Ring-o)

Comment