MediaSuaraMabes, Ketapang – Tangisan petani dan warga di wilayah jln tunas baru/ kali baru, Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, akhirnya sampai ke telinga aktivis dan awak media. Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I), Mustakim, bersama Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI), Zul Hairi, turun langsung meninjau dan investigasi di lokasi lapangan yang kini menjadi langganan genangan air, Minggu (03/05/2026).
Tanaman Mati Akibat Air Tak Mengalir:
Kondisi di lapangan menunjukkan pemandangan yang memprihatinkan. Setiap kali hujan turun, air yang seharusnya mengalir menuju sungai justru tertahan dan merendam perkebunan warga. Akibatnya, banyak tanaman produktif milik masyarakat yang membusuk dan mati karena terendam air dalam waktu lama.
Sumbatan ini diduga kuat berasal dari penimbunan galian parit pribadi yang berada di lahan milik seorang warga bernama Pak Haji Dollah yang sangat luas kisaran 300 hektaran dari sumber Masyarakat setempat tutur beliu yang tanda tanya terkait perizinanya karena di duga cv tapi belum terbentuk koprasi juga pt kok gak ada anggaran csrnya ya bukan jadi harapan warga dan masyarakan biar jelas terkait perizinanya biar gak ada asumsi dinas aktivis atau media online juga bisa menambah pajak ke pemerintah daerah kabupaten ketapang. menuding penimbunan tersebut menjadi penyebab utama macetnya sirkulasi air di wilayah sungai awan kiri jln tunas baru tersebut.
Desakan Tegas: “Bongkar Parit Pak Haji SakDollah!”
Melihat kerugian material yang terus membengkak, masyarakat menuntut tindakan tegas dari dinas lingkungan hidup Melalui pendampingan IWO-I Mustakim dan juga dinas perkebunan harus cek lokasi ucap TIM Ormas LAKI Zul Hairi, warga mendesak agar aliran parit di lahan tersebut segera dibongkar demi menyelamatkan parit -parit irigasi pengairan kebun-kebun yang masih tersisa.
“Kami menerima laporan langsung dari lapangan bahwa warga sangat dirugikan. Tanaman mereka mati karena air tersumbat. Aspirasi masyarakat hanya satu: bongkar sumbatan di parit tersebut agar air bisa mengalir lancar ke sungai,” tegas Mustakim.
Senada dengan hal tersebut, Zul Hairi dari Ormas LAKI menekankan pentingnya solusi cepat agar konflik antarwarga tidak meruncing.
“Harus ada normalisasi segera. Kepentingan orang banyak, terutama sumber mata pencaharian warga seperti kebun ini, tidak boleh dikalahkan oleh penimbunan sepihak,” ujarnya.
Menanti Respons Pihak Terkait
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu itikad baik dari pemilik lahan maupun mediasi dari pemerintah desa setempat. Jika tidak segera ditangani, warga khawatir luapan air akan semakin meluas dan merusak infrastruktur desa lainnya saat puncak musim penghujan tiba.
Detail Laporan:
Lokasi: Jln Tunas baru 2 dan tunas baru 1 RT 009/004 Desa Sungai Awan Kiri, Kec. Muara Pawan.kabupaten ketapang kalbar.
Dampak: Tanaman warga mati akibat genangan air parit tersumbat pemodal
Lahan besar dari luar pulau cv kalinyamat
Penyebab: Penimbunan galian di lahan milik Pak Haji Dollah.
Aspirasi: Pembongkaran segera aliran parit yang tersumbat agar tidak berdampak ke petani lain harapan warga dan rekan-rekan
Aktivis dan pimpinan media onlin juga ketua
TIM Anti korupsi di kabupaten ketapang menghinbau pengusaha -pengusaha yang dari manapun hidup itu harus berdampingan dan bisa intropeksi dengan lingkungan jangan merasa punya kekuasaan tapi melanggar aturan itu tidak benar kalau faham terkait aturan.
(A’ang Sanjaya/Red)
- Kabag SDM Polres Ketapang Wakili Kapolres Hadiri Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Dukungan Polri untuk Dunia Pendidikan - May 5, 2026
- Ketua IWOI Bersama Masyarakat Resmi Melaporkan Kades Riam Bunut di Polres Ketapang - May 5, 2026
- Sat Pol Airud Polres Ketapang Bersama Tim Gabungan Laksanakan Evakuasi Korban Insiden di Perairan Sungai Pawan - May 5, 2026









Comment