DPRD Jatim Terima Audiensi LIRA terkait Usulan Hak Angket Dugaan Pelanggaran UU

Media suaramabes, Surabaya — Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Jawa Timur akhirnya menerima Audiensi 25 orang perwakilan LSM LIRA, Kamis (27/5) diruang BANMUS DPRD Jatim.

Dalam pertemuan tersebut DPRD Jatim hanya diwakili oleh Mathur Khusairi yang juga merupakan Anggota Komisi E. Dalam sambutan pengantarnya Mathur menyampaikan bahwa Surat permohonan Audiensi LIRA telah diterima pimpinan dan didisposisi ke Komisi A, akan tetapi teman-teman Komisi A tidak ada yg menemui, akhirnya pihak Sekwan meminta saya untuk menemui teman teman LIRA, ujar Legislator dari Dapil Madura ini.

Juru bicara LIRA, Mahmudi Ibnu Khotib dengan nada kesal dan berapi api, mengaku kecewa dengan sikap pimpinan DPRD Jatim yang tidak ikut serta dalam menemui aktivis LIRA se Jawa Timur, “Jangan salahkan kami bila kami anggap dewan yg terhormat ini hanya menjadi corongnya eksekutif” Ujar Mahmudi.

Mahmudi menambahkan, “kemaren saya membaca di beberapa media, bahwa Oknum Anggota DPRD Jatim inisial MS, meminta masyarakat untuk legowo memaafkan Khofifah dan menganggap Khofifah tdk ada niat untuk melaksanakan Ultah ditengah Pandemi Covid19, Semestinya seorang wakil rakyat harus menyuarakan aspirasi rakyat, bukan malah menjadi kacungnya penguasa” tegas Mahmudi.

“Ada lagi unsur pimpinan dewan inisial STS yg katanya meyakini 1000 persen khofifah juga tidak melanggar prokes, maka kami (LIRA) menantang yg bersangkutan untuk membuat pernyataan resmi bermaterai, karena kami memiliki bukti bukti valid, maka saya minta dia mundur sebagai anggota dewan bila dia yg salah” teriak Mahmudi dengan nada serius.

Dalam sesi dialog terungkap ada 4 tuntutan LIRA terhadap DPRD Jatim, yaitu :
1. Panggil Gubernur, Wakil Gubernur, Plh.Sekda serta segenap OPD yg terlibat.
2. DPRD Jatim harus bersikap sesuai dengan aspirasi masyarakat jawa timur yaitu dengan menggunakan Hak Angket, untuk menelusuri dugaan pelanggaran UU yg dilakukan oleh Khofifah cs.
3. Bagi OPD yang terlibat dalam acara Ultah Khofifah, maka harus diturunkan menjadi staff biasa.
4. Bagi anggota DPRD Jatim yang tidak ikut menyuarakan jeritan hati rakyat, maka sebaiknya MUNDUR.

Menjawab tuntutan LIRA, Mathur mengaku siap untuk ikut mengawal dan akan disampaikan ke pimpinan Komisi E untuk dilanjutkan ke pimpinan DPRD Jatim.

KHOFIFAH MENHINDARI ROMBONGAN LIRA

Sesaat setelah selesai rapat paripurna dengan agenda tunggal penyampaian hasil audit BPK terkait LKPJ Gubernur Jawa Timur, rombongan Khofifah bergegas menaiki mobil dinasnya.

Sedangkan di kejauhan rombongan para aktivis LIRA akan memasuki gedung DPRD Jatim, diluar dugaan rombongan Khofifah putar haluan tidak jadi keluar dari pintu tersebut, rombongan Gubernur putar balik dan lebih memilih keluar dari pintu masuk diujung timur halaman kantor DPRD Jatim.

Melihat rombongan Gubernur Khofifah menghindar, para aktivis LIRA meneriaki Khofifah dengan bersama sama “huuuuuuuhhh…” entah Sang Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur tersebut mendengar atau tidak dari dalam mobilnya yang terus melaju kencang dijalan beraspal jalan raya Indrapura Surabaya. (***)

Comment