MediaSuaraMabes, Jakarta – Dunia dangdut Indonesia bergetar. Bukan oleh dentuman gendang atau lengking cengkok, melainkan oleh suara kemarahan seorang legenda, Jum’at (09/01/2026)
Rhoma Irama, nama yang puluhan tahun berdiri sebagai pilar, guru, sekaligus penjaga marwah dangdut, akhirnya angkat suara.
Dan ketika Bang Haji bicara, ini bukan ocehan. Ini peringatan keras. Dengan nada getir dan sikap tegas, Rhoma menyebut gelaran Dangdut Academy 7 tahun 2025 sebagai alarm bahaya bagi masa depan dangdut.
Bukan lagi ajang pencarian bakat, tapi panggung hiburan yang dinilainya kehilangan arah dan nilai.
Ia melihat sesuatu yang sangat menyakitkan, dangdut musik rakyat yang lahir dari keringat dan jiwa dipreteli menjadi tontonan instan.
Vokal tak lagi jadi raja. Penjiwaan tak lagi utama. Yang berkuasa justru angka, ikon, dan transaksi digital.
Puncak kekecewaan Bang Haji tertuju pada sistem “Virtual Gift.”
Sebuah mekanisme yang katanya modern, tapi baginya justru merusak sendi keadilan. Ajang kompetisi berubah menjadi arena adu dompet.
Siapa kuat modal, dia bertahan. Siapa miskin dukungan, tersingkir, tak peduli seberapa emas suaranya.
Dengan perasaan terluka, Rhoma mengaku merasa dikhianati. Stasiun TV yang dulu ia percaya sebagai mitra pelestari budaya, kini ia anggap telah salah arah.
Seni, menurutnya, dipaksa tunduk pada rating. Idealitas dikorbankan demi keuntungan sesaat. “Ini bukan lagi lomba menyanyi,” kira-kira begitu pesan yang tersirat.
“Ini sudah menjadi pasar.”
Bagi Rhoma Irama, diam bukan pilihan. Ia memilih bersuara bukan demi sensasi, tapi demi warisan.
Demi generasi dangdut yang seharusnya tumbuh dengan nilai, bukan angka.
Pesannya jelas dan tegas: hentikan sistem yang mencederai sportivitas. Kembalikan dangdut ke panggung kehormatannya serta tempat bakat, bukan transaksi, yang menentukan segalanya, “ujarnya.
Karena bagi seorang Raja, mahkota dangdut tak pernah dibuat dari virtual gift, melainkan dari kualitas, kejujuran, dan jiwa seni.
(Wajidi Adiansyah)
- Kejuaraan Renang Pangdivif 2 Kostrad 2026 Resmi Ditutup - May 12, 2026
- Indra Sjafri Akan Resmikan Pesantren Sepak Bola Elkisi - May 10, 2026
- Pangdivif 2 Kostrad Buka Kejuaraan Renang 2026 - May 10, 2026









Comment