SuaraMabes, Banyuasin- Rangkaian kegiatan sapari ramadhan 1442 Hijiriah ke-9 yang diselenggarakan di Masjid Mustaqim di Desa Taja Raya 1 Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan pada Jum’at 23/4/2021 bertepatan pada hari ulang tahun ke-47.
Ustdz Rustam Usman sebagai Panpel Sapari Ramadhan 1442 Hijiriah di Masjid Mustaqim ini yang ke-9 yang dilakukan oleh Bupati Banyuasin tahun 2021 di Desa Taja Raya 1 Kecamatan Betung tersebut yang dihadiri oleh wakil Bupati, Sekda, Kapolres, Danramil 430-05/Betung dan segenap Kepala OPD, Anggota DPRD, Ketua MUI, para Kades, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Ibu-ibu MTI Desa Taja Raya 1 dan OKP serta Ormas juga undangan termasuk para kaum duafa.

Bupati Banyuasin H Askolani pada intinya giat ini merupakan salah satu dari 7 program religi dalam Banyuasin bangkit, adil dan sejahtera. Tahun lalu diakui ditiadakan sapari ramadhan, tahun ini sudah dibuka dengan catatan harus mentaati Prokes covid.
Dikatakanya, dalam Banyuasin religi yang merupakan salah satu program yang digagas bersama Wakil Bupati pakde H Slamet Somosentono itu yang diantaranya Sapari Ramadhan, sapari Jum’at dan pengajian-pengajian rutin.
Bupati yang didampingi Wabup banyak beri bantuan terhadap keberadaan tempat ibadah berupa mesin genset, tunai Rp 10 juta serta banyak lagi termasuk dari BAZNAS salurkan bantuan para kaum duafa
Kesempatan itu ada singgungan dari Bupati terhadap kinerja Camat, kalau jadi camat wajib tau keberadaan diwilayahnya, kalau daerahnya pingin cepat maju, jadi kalau ditanya berapa jumlah KK dan jumlah jiwa serta perangkat dibawahnya mana yang tidak mampu menjalankan tugasnya, itu sebagai camat harus mengetahui termasuk keberdaan kinerja UPTD Capil uang belum diganti itu karena masih sedang-sedang saja dan yang menarik perhatian dan harus dilakukan di Banyuasin jika ada anak wanita dilamar, calon menantu wajib bawa minimal dua bibit buah-buahan, akhir sambutannya.

Diujung acara sapari dalam Wejangan Ustadz Zahri AK, tausiahnya diawali tidak mau pakai kata Mulya karena kata itu hanya untuk Allah, maka saya pakai kata “Saya Hormati”, juga tak mau mengucapkan “Saya Cintai” sebab kata itu bisa jadi bumerang bagi dirinya.
Ustadz menguraikan hari ini merupakan waktu pertemuan di bulan Ramadhan yang sangat dimulyakan oleh Allah SWT karena pertemuan antara pimpinan dan warganya. Insya Allah mendapatkan berkah dari Allah SWT.
“Sejak zaman Rasulullah Manusia dihadapkan dua masalah perang yaitu perang jihat agama zaman Nabi dan perang bathin yang digambarkan oleh ustadz mengupas nama Askolani yang artinya “beban berat” karena saat yang dicita-citakan diijabah oleh Allah SWT jadi Bupati Alhamdulillah semua bebanya dapat bebasnya jadi ringan”, jelasnya.
Intinya Manusia yang ustadz beberkan dalan tausiah ramadhan bahwa manusia itu wajib mensyukuri yang apa yang dimiliki, yang diberikan oleh Allah SWT dan semua itu hanya titipan, maka jadi manusia jangan sombong.
“Sehingga pada tiba saat Allah SWT berkendak tidak ada artinya harta kekayaan didunia dimata Allah dan mari kita jalankan di bulan yang penuh berkah dan ampunan ini dengan ikls yang Insya Allah sampai dihari yang Fitri nanti rayakan hari kemenangan,” tutupnya, (Asta Bara/waluyo).









Comment