Perkuat Sinergi, Polda Gorontalo dan Satgas PPKPT UNG Siap Berantas Kekerasan di Kampus

MediaSuaraMabes, Gorontalo – Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., menerima kunjungan kerja dan audiensi dari Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Senin (11/5/2026). Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Rombongan PPKPT UNG yang dipimpin langsung oleh Ketua Satgas, Dr. Laksmin Kadir, M.Kes., didampingi jajaran anggota satgas dan perwakilan pimpinan universitas. Dalam kesempatan tersebut, pihak UNG memaparkan tugas pokok dan fungsi PPKPT yang dibentuk berdasarkan Peraturan Mendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024. Tugas tersebut meliputi upaya pencegahan, penerimaan laporan, pemeriksaan, tindak lanjut kasus, hingga perlindungan dan pendampingan bagi korban.

Dr. Laksmin Kadir berharap adanya kesatuan persepsi dan dukungan penuh dari kepolisian dalam upaya penanganan kekerasan di lingkungan kampus. “Kami berharap adanya dukungan penuh dari kepolisian, baik dalam sosialisasi hukum maupun penanganan kasus hingga ke ranah hukum jika ada pelanggaran yang terjadi,” ujar Dr. Laksmin.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Irjen Pol. Drs. Widodo menegaskan kesiapan Polda Gorontalo menjadi mitra strategis UNG. Ia menegaskan, segala bentuk kekerasan baik fisik, psikis, kekerasan seksual, perundungan, maupun diskriminasi tidak dapat ditoleransi di lingkungan perguruan tinggi.

“Polda Gorontalo siap mendukung penuh program pencegahan dan penanganan kekerasan di kampus. Kami akan buka jalur koordinasi langsung agar setiap laporan dapat ditangani dengan cepat, tepat, dan tetap menjaga kerahasiaan demi melindungi hak-hak korban,” tegas Irjen Pol. Widodo.

Dengan kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan UNG yang kondusif serta menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh warga kampus dalam beraktivitas. Selain itu, kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh penerapan lingkungan perguruan tinggi yang bebas kekerasan di wilayah Gorontalo.

(Sudarnarto)

Sudarnarto

Comment