MediaSuaraMabes, Agam – Suasana gembira menyelimuti Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah (PPTI) Gobah V Surau. Acara Penyerahan Ijazah ke-32 dan Wisuda Tahfidz ke-7 berlangsung meriah dan penuh makna. Para tamu disambut dengan gegap gempita berbagai tarian dan silek yang bernuansa adat istiadat yang sangat memukau. Ini bukan sekadar seremonial, tapi bukti nyata perjuangan panjang lembaga mendidik anak bangsa.
Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Agam, Febrial turut hadir dan memberi apresiasi tinggi. Ia menyebut, bertahan dan berkembang hingga 32 tahun adalah keberhasilan besar. Hal ini membuktikan pengelolaan sekolah berjalan baik, kuat, dan dipercaya oleh masyarakat luas.
Menurut Febrial, keberhasilan ini adalah hasil kerja keras semua pihak. Mulai dari pengasuh yang sabar membimbing, guru yang tulus mengajar, hingga santri yang rajin belajar. “Di sini ilmu umum dan ilmu agama diajarkan beriringan, membentuk anak-anak yang pandai sekaligus berkarakter baik,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran Al-Qur’an dalam pendidikan. Wisuda tahfidz ini menunjukkan keseriusan lembaga menjadikan kitab suci sebagai dasar. Menghafal Al-Qur’an bukan hanya melatih ingatan, tapi juga membentuk sifat sabar dan taat. Bekal ini adalah harta paling berharga seumur hidup.
Kepada para santri lulusan, Febrial berpesan agar tidak berhenti belajar. Ijazah adalah bukti kemampuan, dan hafalan Al-Qur’an adalah bukti iman yang kuat. Gabungan keduanya akan membuat mereka menjadi kebanggaan orang tua, kampung halaman, dan nusa bangsa.
“Teruslah belajar dan amalkan ilmu yang didapat. Jadikan setiap kebaikan sebagai amal yang manfaatnya terus mengalir bagi sesama,” tambahnya dengan harapan besar agar mereka menjadi orang yang berguna.
Di akhir, Febrial mendoakan agar PPTI Gobah V Surau selalu diberkahi Allah, makin maju, dan menjadi penerang bagi sekitarnya. Semoga lahir semakin banyak generasi cerdas, berakhlak mulia, serta memegang teguh agama dan adat istiadat.
Berikut adalah naskah berita tersebut yang disusun penuh makna mendalam, dalam 2 paragraf sesuai kaidah bahasa Indonesia:
Budi Satria Chaniago, Sekretaris Nagari Kototangah, Kecamatan Tilatang Kamang, menyampaikan ucapan selamat dan sukses yang tulus atas suksesnya pelaksanaan Penyerahan Ijazah ke-32 serta Wisuda Tahfidz ke-7 (PPTI) Gobah V Surau.
Menurut Budi Satria Chaniago, momentum bersejarah ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan menjadi bukti nyata dedikasi tinggi lembaga pendidikan ini dalam menjalankan amanah mulia: mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas dan berilmu secara akademik, namun yang terpenting adalah generasi yang teguh memegang nilai-nilai suci Al-Qur’an sebagai landasan hidup dan pedoman karakter.
Kepada seluruh santri yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan menghafal ayat-ayat Allah, Budi Satria Chaniago berpesan agar menjadikan ijazah yang diraih dan hafalan Al-Qur’an yang tertanam di dada sebagai bekal utama yang paling berharga.
Jadikanlah kedua modal berharga itu sebagai cahaya yang senantiasa menerangi setiap langkah perjalanan hidup di masa depan, serta bukti nyata keberhasilan diri yang mampu menjadi kebanggaan sejati bagi kedua orang tua, almamater tercinta, dan seluruh masyarakat Nagari Kototangah yang kita cintai bersama.
Berikut adalah berita penuh makna mendalam, disusun dalam 2 paragraf sesuai kaidah bahasa Indonesia:
Ucapan selamat disampaikan oleh Pemerintah Kecamatan Tilatang Kamang yang diwakili oleh Chandra St. Pangulu, Penyerahan Ijazah dan Wisuda Tahfidz PPTI Gobah V Surau.
Chandra St. Pangulu menegaskan, momen agung ini jauh melampaui sekadar seremonial atau tradisi tahunan semata, melainkan menjadi bukti nyata, dan abadi atas dedikasi tinggi lembaga pendidikan dalam menjalankan amanah mulia.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa PPTI Gobah telah menempuh perjalanan panjang dengan penuh kesungguhan, mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya tajam dan cerdas dalam ilmu pengetahuan umum, namun yang jauh lebih utama: generasi yang kokoh imannya, berakhlak mulia, dan teguh memegang erat nilai-nilai suci Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sejati.
Chandra St. Pangulu juga menyampaikan pesan mendalam dan haruan besar kepada seluruh santri yang telah menyelesaikan pendidikannya. Menurut beliau, lembaran ijazah yang diraih dan ayat-ayat suci yang tertanam dalam ingatan bukanlah sekadar tanda kelulusan, melainkan dua bekal berharga dan cahaya terang yang harus senantiasa menerangi setiap langkah perjalanan hidup mereka di masa depan, ke mana pun kaki melangkah.
“Jadikanlah capaian ini sebagai permulaan langkah menuju kebaikan yang lebih luas, dan buktikanlah diri kalian menjadi anak-anak yang selalu membanggakan kedua orang tua yang telah berjuang mendoakan dan membesarkan, serta menjadi kebanggaan sejati bagi Nagari dan Kecamatan Tilatang Kamang yang kita cintai bersama,” pesannya dengan penuh harap dan doa tulus.
Ketua Panitia Pelaksana, Helmi Chandra, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh tamu undangan, tokoh masyarakat, para orang tua santri, serta seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi segala hal sekaligus hadir dan memeriahkan acara.
Kehadiran semua pihak menjadi kehormatan besar sekaligus semangat berharga yang membuat momen bersejarah ini terasa semakin istimewa, khidmat, dan penuh berkah.
Helmi Chandra juga menyampaikan penghargaan setulus hati kepada seluruh jajaran panitia yang telah bekerja keras, berjuang tanpa kenal lelah, dan bersatu padu mencurahkan tenaga, pikiran, serta waktu demi kelancaran seluruh rangkaian kegiatan ini.
Menurutnya, keberhasilan acara yang berjalan tertib dan meriah ini adalah buah dari kerja sama yang erat, rasa tanggung jawab, dan jiwa kekeluargaan yang kental tumbuh di antara para panitia.
Helmi Chandra memaparkan secara rinci berbagai hal terkait pelaksanaan kegiatan sumber dana, jumlah wisuda dan santri, dan hal penting lainnya dengan tidak. lupa meminta maaf.
Febrial tidak sempat mengikuti sampai akhir acara karena ada kegiatan lainnya yang nersamaan dan serupa, namun kehadiranya adalah roh jiwa dan semangat bagi PPTI Gobah apalagi Febrial pernah mengabdi di pesantren tersebut sekian lama
(FK/Yaman)









Comment