Pemimpin Minoritas DPR AS Hakeem Jeffries Menantang Debat Publik dengan Donald Trump

MediaSuaraMabes, Amerika – Pemimpin Minoritas DPR dari Partai Demokrat, Hakeem Jeffries, secara terbuka menantang Presiden Donald Trump untuk berdebat di depan publik. Tantangan ini muncul setelah Trump kembali melontarkan kritik yang dinilai merendahkan tokoh kulit hitam Amerika, termasuk Hakim Agung Ketanji Brown Jackson dan Jeffries sendiri.

Jeffries menyampaikan tantangan tersebut dalam jumpa pers, Selasa (25/4). “Jika Donald Trump ingin berdebat dengan saya, kapan saja, di mana saja, di Ruang Oval sekalipun, di depan umum dan kamera, saya dengan senang hati menerimanya,” ujar Jeffries.

Dia menambahkan bahwa debat akan menjadi ajang untuk melihat keunggulan intelektual secara langsung. “Saya tidak ragu dengan hasilnya. Saya heran dia terus mengulang hinaan soal IQ rendah ini.”

Sebelumnya, Trump menyebut Hakim Ketanji Brown Jackson, hakim perempuan kulit hitam pertama di Mahkamah Agung AS, sebagai sosok ber-“IQ rendah”. Ungkapan serupa juga disampaikan Trump terhadap Jeffries pada hari Selasa.

Dalam unggahan terpisah di Truth Social, Trump menyebut dirinya sebagai “orang yang sangat brilian”. Menurut Jeffries, pola serangan semacam itu sudah sering terjadi dan tidak hanya menyasar dirinya.

“Ini justru datang dari presiden paling tidak kompeten yang pernah menduduki Gedung Putih,” kata Jeffries. “Dia menghina sekutu, memperburuk postur keamanan AS, berselisih dengan pendukungnya sendiri, sementara ekonomi sedang sulit. Rakyat butuh jalan keluar, dan partai kamilah yang selama ini mencoba mengembalikan keadaan.”

Para pengamat politik menilai tantangan debat terbuka ini tidak biasa mengingat seorang pemimpin partai di kongres jarang menantang presiden secara langsung.

Namun, beberapa analis mengatakan langkah Jeffries adalah bentuk respons politik terhadap apa yang dia sebut sebagai retorika yang berulang kali menyerang kecerdasan tokoh kulit hitam.

Hingga berita ini diturunkan, tim komunikasi Donald Trump belum memberikan tanggapan resmi atas tantangan tersebut.

Jeffries menegaskan bahwa dirinya tidak terlalu memperhatikan hinaan yang dialamatkan kepadanya secara pribadi, tetapi dia khawatir dengan dampak retorika semacam itu terhadap persatuan nasional.

Sumber:
– The Washington Times
– Washington Examiner
– Bloomberg Law
– Malaymail
– The Raisina Hills
– Pakistan Today

Wajidi Adiansyah

Comment