PMI Bukittinggi Konsisten Membangun Kemitraan Dalam Menjawab Persoalan Kemanusiaan

MediaSuaraMabes, Agam – Tanpa jumawa, Palang Merah Indonesia (PMI) komitmen berkontribusi bagi sesama. sehingga layak diapresiasi tinggi diberikan pada PMI Kota Bukittinggi dalam satu komando H Chairunnas telah bberhasil membangun kolaborasi apik dengan PMI Jakarta Selatan serta Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melalui PMI Sumatera Barat.

H Chairunnas menyampaikan bahwa dari rencana pembangunan 15 unit rumah, tiga rumah telah selesai dan ditempati, sementara rumah keempat sedang dalam proses pengerjaan. Setiap rumah berukuran 4×6 meter dengan alokasi anggaran masing-masing sebesar Rp 15.608.000, sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Tutur khairunnas ketika dihubungi pada Rabu, (4 Maret 2026)

Rumah bantuan ini di bekas lokasi rumah masyarakat sendiri didukung penuh oleh Pemko Jakarta Selatan berkat Komunikasi intensif terjalin antara PMI Kota Bukittinggi, PMI Sumatera Barat, PMI Jakarta Selatan, serta dukungan penuh dari pihak pemkot tersebut.

Sebanyak 15 rumah telah memiliki pemilik yang ditentukan. Sebagian besar adalah warga Jorong Toboh, Nagari Malalak, yaitu Aulia Rahmi, Husni Khairiyah, Ira Elfiana, Nurhasanah, Edrinal, Asna, Tasman, Asneti, Erizal, Afrizal Ariandi, dan Madiar.

Sementara sisanya diperuntukkan bagi Wirda (Jorong Toboh Atas), M Nasir (Jorong Subarang Pakan Usang), serta Rajudin dan Elfi Hayati (Jorong Limo Badak).

PMI menggunakan terminologi “Rumah Tumbuh” yang berbeda dengan istilah lain seperti Rumah Tetap (dari pemerintah) atau Hunian Sementara (dari BNPB). Penamaan ini diberikan karena rumah didirikan di atas tanah milik warga sendiri.

Mundari, ketua PMI Jakarta Selatan, mengungkapkan kegembiraan, bahwa kolaborasi kemanusiaan lahir dari rasa empati yang tinggi PMI terhadap sesama. Ia menyambut baik inisiatif tersebut dan berharap kontribusi yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan tepat.

Komunikasi efektif dari H Chairunnas juga menjadi pintu gerbang bagi Pemko Jaksel untuk berkontribusi dalam pembangunan rumah di Malalak, guna meringankan beban penderitaan masyarakat korban bencana.

Perwakilan Walikota Jakarta Selatan, Salahudin (Kabag Kesra), menambahkan bahwa partisipasi Pemko Jaksel merupakan bentuk kepedulian sekaligus ucapan terima kasih kepada masyarakat Minang.

Menurutnya, meskipun kontribusi yang diberikan belum sebanding dengan peran masyarakat Minang dalam membangun Jakarta Selatan, mengingat jumlah perantau Minang yang dominan di wilayah tersebut seperti Jagakarsa, Lenteng Agung, Pasar Minggu, hingga Petukangan.

Tokoh lainnya memberikan rasa hormat dan apresiasi tinggi kepada PMI atas semangat dan dedikasi dalam menjawab persoalan yang dihadapi para korban bencana kemanusiaan.

(Fk/MY/Lbs)

Comment