MediaSuaraMabes, Jakarta — Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan target pembangunan jembatan dalam skala besar di berbagai wilayah Indonesia. TNI AD menargetkan pembangunan sekitar 6.000–7.000 jembatan yang dituntaskan dalam kurun satu tahun, sebagai bagian dari dukungan percepatan infrastruktur dan pembukaan akses wilayah terpencil.
Menurut Maruli, pembangunan jembatan tidak semata proyek fisik, melainkan solusi untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat—mulai dari akses transportasi, distribusi hasil pertanian/perkebunan, hingga keselamatan warga yang selama ini harus melintasi sungai dengan risiko tinggi, termasuk anak-anak sekolah.
Ia menjelaskan, jembatan yang dibangun akan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi lapangan, termasuk jembatan perintis maupun jembatan dengan konstruksi tertentu seperti Bailey/armco dan bentuk lain yang memungkinkan pengerjaan cepat di wilayah sulit. Di sisi lain, TNI AD juga terus melaporkan progres pembangunan jembatan di sejumlah daerah, termasuk wilayah terdampak bencana yang membutuhkan pemulihan akses.
Untuk merealisasikan target tersebut, TNI AD akan mengerahkan kemampuan satuan zeni serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait. Sejalan dengan itu, Maruli menyebut target operasional dapat diturunkan ke satuan kewilayahan, dengan sasaran pembangunan jembatan per bulan di berbagai titik.
Kebijakan ini dinilai mempertegas peran TNI AD dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya pemerataan konektivitas dan penguatan akses ekonomi masyarakat di daerah yang selama ini terisolasi.
- Gerebek Sarang Narkoba Kabanjahe: Polisi Tangkap 1 Pengedar dan 6 Pengguna Sabu - March 6, 2026
- Brimob Polda Sumut Sita 12 Ekskavator Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Madina–Tapsel - March 5, 2026
- Polrestabes Medan Sikat 526 Kasus Narkoba, 156 Kg Sabu dan Vape Berkokain Terbongkar - February 26, 2026









Comment