MediaSuaraMabes, Mempawah – Aktivis masyarakat Mempawah, Nurul Imam, melontarkan kecaman keras terhadap keputusan DPRD yang mengesahkan pembangunan Rumah Dinas Bupati baru senilai Rp22 miliar. Ia menyebut keputusan itu sebagai bukti bahwa pemerintah daerah telah kehilangan nurani dan arah kepemimpinan.
Nurul Imam menilai kebijakan tersebut menunjukkan betapa jauhnya pemerintah dari realitas hidup masyarakat. Kabupaten Mempawah sedang menghadapi tekanan fiskal besar setelah anggaran daerah dipotong pusat hingga Rp195 miliar, namun Bupati justru memaksakan proyek yang tidak memiliki nilai urgensi bagi rakyat.
“Ini bukan hanya pemborosan, ini penghinaan terhadap rakyat. Ketika daerah kekurangan anggaran, mereka malah menghamburkan puluhan miliar untuk rumah dinas baru. Ini tindakan pemimpin yang sudah tidak peduli pada penderitaan masyarakat,” tegas Nurul Imam.
Ia juga menyoroti bahwa rumah dinas lama masih layak huni, sehingga proyek baru ini hanya mempertebal kesan bahwa Bupati lebih mementingkan kenyamanan pribadi dibanding kebutuhan publik. “Jalan rusak, banjir berulang, fasilitas publik terabaikan. Tapi Bupati memilih membangun istana baru. Ini jelas kebijakan tanpa hati dan tanpa arah,” tambahnya.
Nurul Imam menegaskan bahwa masyarakat Mempawah tidak boleh diam menghadapi kebijakan semacam ini. “Kami akan berada di garis depan untuk menolak proyek yang merugikan rakyat. Ini uang publik, bukan mainan kekuasaan. Perlawanan harus dimulai,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk ikut mengawal dan menghadang praktik pemborosan anggaran agar tidak menjadi budaya yang terus berulang di Mempawah.(Hepni)
- Karorena Polda Kalbar Hadiri Forum Konsultasi Publik RKPD Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2027 - February 21, 2026
- Bidpropam Polda Kalbar Gelar Jum’at Berkah, Bantu Anak Panti Asuhan - February 21, 2026
- Sinergi Lintas Sektoral, Polda Kalbar Evaluasi Aturan Operasional Kendaraan Berat di Jalur Strategis - February 21, 2026









Comment