PWI Sulut Peringati HPN 2026 Dengan Tema Nasional “Pers Sehat Ekonomi Berdaulat Bangsa Kuat”

MediaSuaraMabes, Sulut – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) peringati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 mengusung tema ” Pers Sehat Ekonomi Berdaulat Bangsa Kuat.”

Peringatan HPN ke 79 tahun 2026 bersamaan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) PWI, yang akan dilaksanakan di Kota Serang, Provinsi Banten, 9 Februari 2026, mendatang.

Ketua PWI Sulawesi Utara (Sulut) Voucke Lontaan, dihubungi, Minggu (01/02/2026) menegaskan, peran strategis pers dalam menjaga demokrasi, mendorong kemandirian ekonomi, serta memperkokoh persatuan bangsa.

Menurut Voucke yang sudah menjabat dua periode — Ketua PWI Sulut (2016-2021, 2021-2026) tema nasional tersebut, sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi pers saat ini, khususnya di tengah dinamika digital, tekanan ekonomi media, serta derasnya arus informasi yang tidak selalu akurat.

“Pers yang sehat adalah pers yang profesional, beretika, dan independen. Jika pers sehat, maka mampu berkontribusi dalam menciptakan ekonomi yang berdaulat dan pada akhirnya memperkuat bangsa,” ujar Voucke dikenal mantan wartawan Media Indonesia di Sulut.

Menurutnya, PWI memiliki tanggung jawab moral untuk terus meningkatkan kualitas wartawan melalui pendidikan, pelatihan, serta penguatan kode etik jurnalistik.

Hal ini lanjutnya, penting agar pers tetap menjadi sumber informasi yang terpercaya bagi masyarakat.

Dalam momentum HPN 2026 dan HUT PWI ke-79 ini, PWI Sulawesi Utara kata Voucke, juga mengajak seluruh insan pers untuk memperkuat solidaritas, menjaga integritas profesi, serta berperan aktif dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional.

“PWI Sulut berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, tanpa kehilangan fungsi kritis pers,” tambahnya.

Diharapkan menjadi refleksi bersama bagi insan pers untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, sekaligus menjaga marwah dan martabat jurnalistik demi kepentingan publik.//

[Amir Pontoh][wakorwil id timur]

Amir Pontoh

Comment