MediaSuaraMabes, Surabayaa – Niat Mulia Menteri Pertanian DR IR H Andi Sulaiman Amran MP kini mulai tercoreng akibat dari perbuatan orang-orang yang serakah dengan membentuk jaringan perusahaan antar pulau dengan berkedok sebagai mitra resmi Kementerian Pertanian (Kementan) untuk pendistribusi pupuk ke wilayah Kalimantan.
Dalam melakukan aksinya, jaringan ini mencari sejumlah perusahaan jasa pengiriman barang atau perusahaan ekspedisi dan menjalin kerja sama untuk melakukan pengiriman barang berupa pupuk via pelabuhan ke sejumlah daerah pertanian di Indonesia.
Namun setelah pengiriman pupuk sukses mencapai tujuan, baru diketahui adanya dugaan penipuan yang dilakukan pihak perusahaan pengguna jasa atau pemberi order dengan terus menunda pembayaran biaya pengiriman yang mencapai ratusan juta rupiah dengan berbagai alasan tanpa ada kepastian.
Dampaknya, sejumlah perusahaan ekspedisi yang menjalin kerja sama dengan jaringan perusahaan mitra Kementan yang diduga “abal-abal” mengalami kerugian ratusan juta rupiah, juga mendapat tekanan dari perusahaan pelayaran sebagai akibat penundaan pembayaran biaya angkut.
Salah satu perusahaan pemberi order atau mitra Kementan yang masih belum melunasi psmbayaran biaya pengiriman pupuk ke pihak ekspedisi adalah CV PUTRO JOYO GROUP (Heri Pramono) berkedudukan di Jember bermitra dengan PT Andong Surya Perkasa (Budhi Setyoko) yang berkedudukan di Surabaya sehingga mengakibatkan PT BERDAYA PRIMA MANDIRI harus mengalami kerugian ratusan juta Rupiah.
Rizky yang mewakili PT Berdaya Prima Mandiri di hadapan media menyampaikan kekecawaan atas penundaan pembayaran yang dilakukan pihak pengguna jasa (Budhi Setyoko) yang menyebabkan PT Berdaya Prima Mandiri mengalami kesulitan financial sehingga tidak dapat memberi THR kepada para karyawan.
“Bagaimana mungkin Perusahaan yang ditunjuk Kementan dalam program pemerataan pendistribusian pupuk tak mampu membayar biaya pengiriman ?,” jelas Rizki.
Selanjutnya, pihak PT Berdaya Prima Mandiri dalam pertemuan dengan Tim Media Suara Mabes, Dasanto sebagai Tim evalusai dan edukasi akan segera melakukan koordinasi dengan Kementan dan instansi terkait untuk dapat mengungkap jaringan yang bermain dalam program ini.
“Kita berharap semua bisa berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan melalui kolaburasi dan koordinasi dengan instansi terkait untuk mengungkap jaringan terselubung dalam program ini, ” tegas Dasanto.
Sebagai Progam Nasional untuk meningkatkan kesejahteraan petani dengan hasil pertanian yang berkualitas seharusnya program ini mendapat pengawasan khusus dengan prioritas menjaga terjadinya penyimpangan sebagaimana yang terjadi saat ini.
(Dungs / Das)
- Program Pemerataan Pendistribusian Pupuk Ke Kalimantan Dijadikan Sarana Penipuan - April 3, 2026
- Penghilangan Pasal 200 KUHP Oleh Penyidik Berdampak Pada Proses Hukum Yang Sangat Lambat Dan Rumah Korban M Sholeh Terancam Roboh - March 30, 2026
- PT DLU Rekondisi Kapal Tua KM Dharma Kencana Menjadi Armada Power Full - March 26, 2026









Comment