SuaraMabes, Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira angkat bicara terkait wacana reshuffle kabinet akibat peleburan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
“Reshufle saat ini berkaitan dengan penggabungan Kemenristek ke Kemendikbud, dan pembentukan Kementerian baru sehingga tetap ada 34 Kementerian,” kata Andreas kepada para awak media, Kamis (15/4/2021).
Andreas mengungkapkan, riset terapan (applied research) akan dikoordinasi di bawah BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) yang merupakan lembaga negara setingkat kementerian sama seperti BKPM, BNPB atau BKN.
“Sementara riset pendidikan oleh Perguruan Tinggi ada dibawah koordinasi Kemdikbud (mungkin bisa dibentuk satu Dirjen yang khusus mengurus riset pendidikan),” ungkap politisi PDI Perjuangan tersebut.
Andreas Hugo Pareira juga menyatakan, sebenarnya reshuffle ini tidak ada kaitan dengan kinerja menteri apalagi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).
“Justru Mendikbud akan diberi tanggung jawab tambahan yaitu mengoordinasi riset pendidikan,” jelas Andreas.
Lebih lanjut, legislator asal Dapil NTT 1 ini menilai, selama ini kinerja Nadiem Makarim sebagai Mendikbud baik-baik saja, bahkan dengan Nadiem sedang mempersiapkan terobosan-terobosan dalam dunia pendidikan dengan merdeka belajar, kampus merdeka dan peningkatan status guru-guru honorer.
“Saya tidak melihat urgensi dan relevansi untuk me-reshuffle Nadiem,” pungkas Andreas Hugo Pareira. (ron)
- Penerangan Hukum Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud di Kecamatan Melonguane Timur Berlangsung Aman dan Lancar - February 21, 2026
- Menuju Latma MILAN 2026, KRI Bung Tomo-357 Gelar Latihan Bersama Kapal Perang Jepang dan India di Laut Andaman - February 20, 2026
- Forum Jamsos Ucapkan Selamat Dewas dan Direksi BPJS Ketenagakerjaan 2026-2031 Ditetapkan Pemerintah - February 19, 2026









Comment