Kepercayaan Publik Tercoreng, Kinerja Perangkat Kelurahan Kalisari Disorot Keras

MediaSuaraMabes. Jakarta — Kasus unggahan foto hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI) dalam laporan penanganan parkir liar di wilayah Kalisari bukan sekadar pelanggaran teknis. Ini adalah alarm keras: ada masalah serius pada integritas, pengawasan, dan kultur kerja di level operasional kelurahan.

Mari bicara apa adanya. Ketika laporan berbasis aduan warga justru dimanipulasi, yang rusak bukan hanya data—tapi kepercayaan publik. Dan kepercayaan itu mahal, susah dibangun, tapi bisa runtuh dalam satu unggahan yang tidak jujur.

Perangkat kelurahan tidak bisa berlindung di balik alasan “oknum”. Sistem pengawasan internal jelas gagal bekerja. Pengawas lapangan seharusnya menjadi filter terakhir—bukan sekadar stempel formalitas. Fakta bahwa konten rekayasa bisa lolos hingga dipublikasikan menunjukkan lemahnya kontrol, bahkan bisa dibilang abai.

Lebih jauh, ini mencerminkan budaya kerja yang berbahaya: mengejar laporan “rapi” di atas kertas, bukan realitas di lapangan. Kalau pola ini dibiarkan, maka aplikasi pelayanan publik seperti JAKI hanya akan jadi etalase semu—terlihat bagus, tapi kosong substansi.

Masyarakat tidak butuh laporan yang terlihat selesai. Masyarakat butuh masalahnya benar-benar selesai.

Langkah pemberian SP1 memang perlu, tapi jelas belum cukup. Yang dibutuhkan adalah pembenahan sistemik:

1. Penguatan fungsi pengawasan lapangan, bukan sekadar administratif
2. Standar verifikasi laporan berbasis bukti nyata, bukan visual manipulatif
3. Evaluasi kinerja berbasis hasil riil, bukan unggahan aplikasi
4. Transparansi kepada publik sebagai bentuk pemulihan kepercayaan

Kalau tidak ada perubahan nyata, kasus ini hanya akan jadi siklus: viral – klarifikasi – selesai di atas kertas.

Dan publik sudah terlalu sering melihat pola itu.

Kelurahan adalah garda terdepan pelayanan. Ketika level ini mulai “mengakali laporan”, maka yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi institusi, tapi legitimasi pelayanan publik itu sendiri.

Singkatnya: ini bukan soal satu foto. Ini soal kejujuran dalam bekerja. Dan itu tidak bisa ditawar.

Redaksi Suwoto

Suwoto

Comment